Forum Alumni Bali Syukuran Kemenangan Jokowi-Amin, Punglik : Mari Berhenti Hujat KPU !

I Nyoman Punglek Sudiantara serata jajaran Forum Alumni Bali (FAB) saat gelar syukuran kemaenanagn Jokowi-Amin, Rabu (24/4). Foto : Ist
DENPASAR - Puluhan relawan Forum Alumni Bali (FAB) menggelar syukuran atas kemenangan pasangan Capres Cawapres 01, Jokowi – Amin Rabu (24/4) malam.
Acara syukuran yang digelar di secretariat FAB di Jalan Yudistira 31 Denpasar ini sekaligus apresiasi atas kinerja KPU karena yang telah sukses menggelar Pemilu serentak 17 April kemarin hingga berjalan aman dan lancar.
Ketua FAB, I Nyoman Sudiantara menyatakan apresiasinya atas kinerja KPU karena telah sukses menggelar Pemilu serentak secara demokratis di seluruh pelosok tanah air.
Untuk itu, pria yang kerap disapa 'Punglik' ini mengajak semua pihak untuk berhenti menghujat KPU dan jajarannya, sebab sukses Pemilu 17 April kemarin tidak lepas dari perjuangan KPU dan jajarannya dalam mensukseskan pemilu dengan berbagai dinamika masalah yang ada.
FAB juga meminta agar pihak-pihak yang tidak puas untuk menahan diri, tidak membuat gaduh yang berujung perpecahan bangsa serta menunggu hasil final perhitungan yang dilakukan KPU.
"Kita apresiasi kinerja KPU dan berhenti untuk menghujat. Jika memang menemukan ada kecurangan dan ketidakberesan dalam pelaksanaan Pemilu, silakan digugat secara hukum melalui jalur Mahkamah Konstitusi. Siapkan buktinya, gugat ke MK. Jangan beropini yang menyesatkan rakyat,” tegas Punglik sekaligus Ketua Kongres Advokat Indonesia wilayah Bali ini.
Selain mengapresiasi kinerja KPU, Punglik juga menyatakan apreasiasinya atas kerja keras jajaran relawan FAB karena telah ikut serta memenangkan Jokowi-Amin hingga 93 persen di Bali, termasuk jajaran TNI Polri yang telah berhasil mengawal jalannya pesta demokrasi kemarin sehingga berjalan sukses.
Kemenangan Jokowi-Amin menurutnya merupakan kemenangan rakyat Indonesia yang sudah menentukan pilihannya 17 April 2019 kemarin.
Tak lupa, dia juga menyatakan turut berbelasungkawa terhadap anggota KPPS, PPS, Polri, dan pengawas Pemilu yang gugur dalam kerja mengawal aspirasi rakyat Indonesia.
Punglik sekaligus mengingatkan semua pihak bahwa Pemilu serentak yang pertama di Indoesia kemarin ini bukanlah pekerjaan yang ringan dan mudah melainkan merupakan pekerjaan besar dan berat hingga jatuh korban dari petugas penyelenggara Pemilu.
"Sekali lagi saya tegaskan, mari berhenti menghujat pelaksanaan Pemilu. Telah banyak energi dan pikiran kita habiskan selama masa Pemilu, untuk itu mari kita kembali ke kehidupan sehari-hari. Bekerja membangun bangsa dan Negara, mendukung yang menang. Terpenting mari kita jaga persatuan bangsa yang beragam ini," pungkasnya. (*/Cia)
Komentar