Dharma Shanti Penyepian dan Simakrama Gubernur di Tabanan
- 25 Maret 2019
- 07:07 WITA
- Sosial Budaya
- Bali

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastutu saat memberikan sambutan dalam Dharma Santi dan Simakrama di Gedung Maria. (Foto: ist/Hms)
TABANAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan menggelar Dharma Shanti Penyepian Tahun Caka 1941 yang dirangkai dengan Simakrama Gubernur Bali di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Minggu (24/3) sore.
Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Gubernur Koster beserta seluruh jajarannya. Bupati Tabanan juga berharap perjuangan Gubernur Koster ke depannya berjalan dengan sukses sehingga bisa menjabat sebagai Gubernur Bali dua periode.
"Karena dua kali sudah pasti akan menciptakan sesuatu yang lebih kelihatan berhasil, karena lima tahun tidak cukup. Oleh karena itu Saya doakan agar Bapak sehat, panjang umur dan terus berkarir dan bisa menjaga Bali, khususnya Tabanan," katanya.
Hal itu diungkapkan Bupati Eka karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tabanan tidak tinggi, sehingga dalam membangun Tabanan memerlukan dukungan Gubernur Bali dan pemerintah pusat.
"Maunya banyak uangnya sedikit, jalannya banyak uangnya sedikit. Tapi astungkara, tahun ini kita sudah 75 persen menyelesaikan infrastruktur.Itu berkat komunikasi dan bantuan Gubernur juga pusat. Oleh karena itu kami titip Tabanan, sehingga 25 persen sisa dari utang kami ini bisa diselesaikan," paparnya.
Pada kesempatan tersebut Bupati Eka juga menyampaikan juga bagaimana Pemkab menjaga kedamaian dan kerukunan umat di Tabanan sehingga mendapat penghargaan harmony award 2017 tentang kerukunan umat beragama dari Kementerian Agama.
"Jadi Tabanan luar biasa rukun, damai, kita tidak pernah ribut, paling ribut sedikit, entar baikkan dan itu hal biasa. Tapi inilah feenomena kita di Tabanan," katanya.
Terkait hal itu, Bupati Eka berharap melalui Dharma Shanti Penyepian ini kedamaian dan kerukunan yang menjadi modal utamka dalam pembangunan khususnya dalam menghadapi Pemilu mendatang bisa selalu terjaga dan terwujud di Tabanan.
"Pilih pemimpin yang bisa menjaga kerukunan NKRI ini, jadi kita harus menggunakan hak kita dan jangan acuh tak acuh. Karena kita semua mempunyai peran dalam menjaga Tabanan, menjaga Bali dan menjaga Indonesia. Tetap jaga kerukunan dan kedamaian ini sehingga Tabanan yang Sejahtera, Aman dan Berprestasi yang selalu kita dengungkan tetap bisa kita jaga," pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster dalam simakramanya mengajak seluruh masyarakat selalu menjaga kedamaian, kesucian dan keharmonisan alam Bali. Gubernur juga berharap perayaan Nyepi kali ini menjadi anugerah bagi kita semua.
" Saya selaku Gubernur Bali mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1941. Semoga Hari Raya yang baru kita lewati ini benar-benar memberikan anugerah bagi kemajuan kita di Bali secara bersama-sama di dalam membangun Provinsi atau Kabupaten/Kota yang ada di Bali,"katanya.
Gubernur Koster juga mengungkapkan acara simakrama merupakan kesempatan baginya bertemua dengan masyarakat luas sehingga sebagai Gubernur Bali dirinya bisa menyampaikan banyak hal sekaligus menyerap aspirasi warga masyarakat.
"Ini adalah kehadiran Saya yang kedua kalinya di Tabanan sebagai Gubernur, ini merupakan satu kesempatan buat saya seagai gubernur untuk menyampaikan apa yang sudah dan akan saya lakukan ke depannya sebagai Gubernur Bali. Semua harus saya sampaikan secara terbuka dengan masyarakat Bali supaya masyarakat memahami apa yang akan dilakukan ke depannya,"paparnya saat menyampaikan Dharma Wacana.
Pada kesempatan tersebut Gubernur Koster juga menghimbau agar masyarakat Bali lebih pintar menghadapi pergerakan dan perubaham jaman yang cukup dinamis ke depan dalam era global. "Agar Bali maju ke depan mengalami modernisasi dengan tetap menjaga kearifan lokalnya, adat istiadat, tradisi seni dan budaya," ujarnya.
Turut hadir pada kesempatan tersebut, PHDI Bali, Cokorda Anglurah Tabanan, Forkompinda Kabupaten Tabanan, Instansi Vertikal dan BUMD, DPRD, Sekda, dan seluruh OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, serta Tokoh Masyarakat. (Dim/Cia)
Komentar