Arimbawa: Prestasi Gubernur Koster Dinilai Sangat Memuaskan Dengan Predikat Cumlaude

Kader senior PDI-P Bali, I Made Arimbawa (ist)
TABANAN – Empat tahun memimpin Bali, raihan perestasi Gubernur I Wayan Koster dinilai sangat memuaskan oleh berbagai kalangan.
Selain dinilai berhasil melaksanakan program kerja yang dijanjikan sebagaimana janji politiknya, Gubernur Koster dinilai berhasil membangun pondasi mendasar penguatan serta pemajuan desa adat.
Tak hanya berhasil dalam pembangunan infrastruktur, upaya bentuk penguatan desa yang digagas Gubernur Koster telah terbukti dengan berhasil dibangunnya kantor Majlis Desa Adat (MDA) di seluruh Bali.
Menurut salah satu senior Partai PDI Perjuangan, I Made Arimbawa menjelaskan, keberhasilan seorang pemimpin daerah pada umumnya diukur dari seberapa tinggi prestasi kerja yang telah diwujudkan.
Dan peretasi kerja KBS-Ace saat ini telah berhasil mengukir berbagai kemajuan pembangunan yang sangat memuaskan.
“Gubernur Bali Pak Wayan Koster punya tingkat keberhasilan dengan predikat cumlaude,” ujar Arimbawa.
Tak hanya itu, Arimbawa yang sebelumnya menjabat Ketua DPRD Tabanan periode 1999-2004 ini melihat sejumlah keberhasilan dalam pembangunan sejak Gubernur Koster memimpin Bali saat ini.
Sesuai dengan visi dan misi “Nangun Sad Kerthih Loka Bali”, KBS-ACE telah menunjukkan keberhasilan seperti harapan masayarakat kebanyakan pada umumnya.
Pria kelahiran Tista Tabanan ini pun merinci satu-persatu keberhasil Gubernur Koster yang saat ini sudah dirasakan.
“Salah satu yang diwujudkan oleh Gubernur Koster yakni kecepatan terwujudnya program kerja sesuai dengan janji-janji politiknya sebelumnya. Ini cukup jelas tergambar setelah memimpin Bali hingga saat ini,” tambahnya.
Salah satunya program kerja yang dinilai berhasil pada tahun pertama kepemimpinan KBS-ACE yakni mampu menuntaskan pembangunan shortcut yang begitu cepat dan mendapat apresiasi dukungan masyarakat dan DPRD Bali
Bahkan tanpa hambatan sedikitpun, pembangunan shortcut yang sebelumnya terasa susah diwujukan telah mampu terwujud dengan lancar dan telah dirasakan mamfaatnya oleh masyarakat.
Arimbawa yang saat ini duduk sebagai kelompok ahli Gubernur bidang politik dan pemerintahan selanjutnya merinci keberhasilan pembangunan infrastruktur saat Koster memasuki tahun kedua memimpin Bali.
“Kita bisa lihat bersama bahwa telah berdiri dengan kokoh dan agung kantor MDA diseluruh Bali juga termasuk MDA provinsi Bali,” jelasnya.
Terkait dengan hal ini, Arimbawa juga melihat ada program mendasar yang dibangun Gubernur Koster yakni penguatan desa Adat Bali dengan membentuk satu dinas tersendiri yaitu Dinas Pemajuan Desa Adat .
Dengan demikian, rangkaian perhatian terhadap desa Adat itu nanti akan meningkatkan bantuan ke desa adat termasuk program penggunaan busana adat Bali dan aksara Bali.
“Ini juga merupakan bagian dari program KBS -ACE yang telah dirasakan khususnya tentang penguatan desa adat. KBS sangat jenius karena tanpa ada kesulitan sedikitpun dalam mewujudkan program pembangunannya,” jelas Arimbawa.
Tidak hanya itu, KBS juga merupakan sosok yg sangat mudah dan gampang membangun jaringan komunikasi dengan pemerintah pusat. KBS juga memiliki akses ke semua penentu keputusan di pusat sehingga berbagai bantuan begitu mudah didapatkan untuk pembangunan Bali.
Karena latas belakang pengalaman dengan jam terbang memadai dan pernah sebagai anggota DPR RI selama tiga periode, semakin memudahkan Gubernur Koster memproleh dana bantuan pusat untuk Bali.
“Jaringan Gubernur Koster begitu luas dan disegani keberadaannya di tingkat pusat termasuk dimata Jokowi,” tegasnya.
Dan memasuki tahun ke tiga selaku Gubernur Bali, Koster telah mulai melakukan pembangunan satu persatu mulai dikerjakan dgn melakukan groundbreaking bbrp program pembangunan antara lain, yakni melakukan penataan Pura Besakih, Pembangunan BCC Kusamba, Pembangunan Marine Pelabuhan Benoa, Demaga penyeberangan Kusamba-Nusa Penida PP, dan pembangunan dermaga Sanur-Nusa Penida PP.
Selain itu, beberapa program yang sdh selesai dibangun dan sudah diresmikan ditahun ke tiga yakni pasar Sukawati, pasar gianyar , penataan lapangan Bangli dan banyak lagi yg lainnya.
Dan memasuki kepemimpinan Gubernur Koster di tahun ke empat, telah mulai melakukan berbagai terobosan yakni penggunaan sepeda listrik dan penandatangan telah dimulainya pengerjaan jalan tol Gilimanuk-mengwi Badung.
“Bila diukur antara kecepatan waktu, keterbatasan anggaran dan juga tantangan karena adanya pandemi covid 19, astungkare dengan kerja keras KBS tanpa lelah , berbagai tantangan dapat dihadapi dan berhasil dan penuh kearifan,” tambah Arimbawa.
Meski demikian, Arimbawa pun tak memungkiri jika Gubernur Koster akan menghadapi tantangan dimana trik lawan politik yang ingin menjatuhkan citranya.
Lawan politik saat ini sedang mengatur siasat pilitiknya, dimana prilaku kelompok pekembar Politik, sudah mulai mengadu domba kader banteng dengan segala cara, dimana mereka telah menciptakan manover politik baik dgn trik mengiming-iming kader banteng untuk bersedia dicalonkan dari partai lain bila nanti salah satu kader banteng potensial tdk mendapat rekomendasi dr DPP PDI Perjuangan.
Dalam hal ini, banyak pihak yang tidak mengetahui bahwa PDI Perjuangan yang berada dibawah kepeminpinan ibu Megawati Soekarno Putri tidaklah mudah untuk di pengaruhi atau dipermainkan dgn isu ini dan itu.
“Saya yakin pada akhirnya pertarungan 2024 nanti, dengan mengandalkan 3 poros kekuatan politik KBS, perolehan jumlah suara saat pemilihan Gubernur Bali tahun 2025 yang akan datang, KPU Bali akan menyatakan KBS sebagai pemenangnya,” tutup Arimbawa sambil mengacungkan dua jari salam dua preode untuk KBS-ACE. (*)
Komentar