Koster Ajak Solid Bergerak Wujudkan Bali Era Baru

Gubernur Bali, I Wayan Koster. (Ist)
DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster jadi inspektur upacara peringatan HUT ke-62 Provinsi Bali, di Kantor Gubernur Bali, Jumat (14/8). HUT kali ini bertema ‘Penyucian Jiwa dan Alam Semesta Tatanan Bali Era Baru’.
Peringatan kali ini dilaksanakan secara sederhana dan mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Hanya eselon II dan beberapa pejabat eselon III di Kantor Gubernur Bali yang hadir di lapangan. Sementara pejabat dan staf Pemprov Bali lainnya mengikuti upacara dari OPD masing-masing secara daring. Hadir pula Wagub Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dan Sekda Dewa Made Indra.
Koster mengatakan, permasalahan utama dan mendasar yang dihadapi Bali saat ini maupun pada masa datang adalah berbagai hal yang berkaitan dengan alam, krama, dan kebudayaan Bali. Diperlukan orientasi dan arah kebijakan untuk menata pembangunan Bali secara fundamental dan komperehensif, dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, menuju Bali Era Baru.
“Bali Era Baru adalah suatu era dengan tatanan kehidupan baru, yang bersumber dari nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, yaitu penyucian jiwa (atma kerthi), penyucian laut (segara kerthi), penyucian sumber air (danu kerthi), penyucian tumbuh-tumbuhan (wana kerthi), penyucian manusia (jana kerthi), dan penyucian alam semesta (jagat kerthi),” katanya.
Bali Era Baru, lanjutnya, diwujudkan melalui lima bidang prioritas pembangunan. Antara lain bidang 1 terdiri tas pangan, sandang, dan papan. Bidang 2; kesehatan dan pendidikan. Bidang 3; jaminan sosial dan ketenagakerjaan. Bidang 4; adat, agama, tradisi, seni, dan budaya. Bidang 5; pariwisata. Lima bidang prioritas tersebut didukung dengan pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi.
“Saya perlu menyampaikan dan menegaskan bahwa 40 peraturan tersebut merupakan dasar hukum yang sangat esensial dan strategis sebagai pondasi pembangunan Bali Era Baru,” kata mantan anggota DPR RI tiga periode ini.
Dalam tiga tahun ke depan, katanya, merupakan tahapan untuk sosialisasi, edukasi, dan implementasi secara utuh dan menyeluruh semua peraturan tersebut, agar pembangunan Bali dapat berlangsung secara permanen, berkelanjutan, dan memiliki kepastian hukum.
Dalam dua tahun ini, juga telah direalisasikan sejumlah program prioritas. Di antaranya penguatan desa adat, penggunaan aksara dan bahasa Bali, penggunaan busana adat Bali, penyelenggaraan Festival Seni Bali Jani, pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai,
Jaminan Kesehatan Krama Bali Sejahtera, pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan, dan industri lokal Bali, tata kelola minuman destilasi arak Bali, dan penyelenggaraan Bulan Bung Karno.
“Saya mengajak bupati/walikota se-Bali, sameton sareng sami, karma Bali, marilah bersama-sama solid bergerak. “Kerja fokus, tulus, dan lurus, guna mewujudkan Bali Era Baru, sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, untuk kesejahteraan dan kebahagiaan krama Bali secara niskala dan sakala,” katanya.
Dia mengingatkan, dalam masa pandemi COVID-19 yang masih berlangsung ini, agar bersama-sama saling mengingatkan, saling menjaga, dan saling melindungi dengan secara berdisiplin dan penuh rasa tanggung jawab melaksanakan protokol tatanan kehidupan era baru, sesuai Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 3355 tahun 2020, yaitu selalu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
“Astungkara Hyang Widhi Wasa selalu memberi anugerah yang terbaik bagi kita, agar pandemi COVID-19 segera berlalu, sehingga upaya pemulihan perekonomian masyarakat Bali dapat berjalan dengan lancar dan sukses sesuai tahapan yang telah direncanakan,” harapnya. (Ono)
Komentar