Aksi Mekedas-kedas di Kawasan Pura Luhur Batukau

Aksi simbolisasi penanaman pohon langka dimulainya aksi mekedas-kedas oleh Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gde Sanjaya didampingi Kabag Humas, I Ketut Ridia di Penataran Pura Pengubengan, Areal Pura Luhur Batukau. Minggu (10/11). (Ist)

TABANAN - Sebuah aksi bersih-bersih (mekedas-mekedas) digelar jajaran Pemkab Tabanan bekerjasama dengan sejumlah pihak di kawasan Pura Luhur Batukau. Gerakan  ini merupakan bagian dari aksi peduli lingkungan sekaligus ajakan bagi kaum milenial agar turut serta menjaga mata air dan kebersihan lingkungan yang merupakan sumber kehidupan.

Aksi peduli lingkungan ini juga dirangkai dengan upaya penanaman pohon langka dan dipimpin langsung Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gde Sanjaya. Minggu (10/11).

Dalam sambutanya, Ketua DPC PDI-P Tabanan ini menilai aksi bersih-bersih yang dilakukan merupakan kegiatan positif dan sangat penting dilakukan guna menjaga keberlangsungan alam dan lingkungannya.

“Hari ini semestinya Saya memimpin Apel di Kabupaten serangkaian hari Pahlawan, namun  karena begitu penting acara ini mengenai sampah, akhirnya Saya ijin, Bapak Kapolres yang Saya minta menjadi Irup dalam apel tersebut. Karena persoalan ini adalah menyangkut kehidupan kita bersama maupun anak cucu kita nanti,” terangnya.

Pria murah senyum ini  juga mengingatkan warga dan kaum milenal agar terus peduli terhadap alam, sebab alam akan memberikan mamfaatnya termasuk keberlansungan mata air.  

“Dari mata hati untuk mata air. Jangan sampai kita nanti kena air mata menetes karena kita tidak punya mata air dan banyak sampah di Bali dan di Tabanan ini,” ungkapnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, Sanjaya begitu mengapresiasi kegiatan ini karena sangat sesuai dengan konsep Gubernur Bali dalam rangka membangun Visi Misi Sad Kertih Loka Bali dan sesuai juga dengan visi misi Kabupaten Tabanan, yaitu Tabanan Serasi, Tabanan yang Sejahtera, Aman dan Berprestasi.

Dalam kesempatan kemarin, Sanjaya juga mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan sampah plastik, sangat susah untuk didaur ulang sehingga akan menjadi momok di masa mendatang.

Di depan seluruh elemen masyarakat yang hadir, khususnya siswa-siswi SD, SMP, SMA dan SMK serta Guru se-Kabupaten Tabanan, OPD dan pegawai di lingkungan. Pemkab Tabanan, LSM, Instansi Vertikal dan BUMD di Kabupaten Tabanan, serta pemerhati lingkungan, untuk ikut andil dalam aksi tersebut.

Aksi kemarin diawali dengan penanaman puluhan pohon langka secara simbolis oleh Wabup Sanjaya di Penataran Pura Pengubengan, Areal Pura Luhur Batukau, dengan harapan alam menjadi lebih baik lagi serta mengetuk hati generasi muda yang merupakan kaum millennial untuk turut serta menjaga alam sebagai sumber kehidupan.

“Kalau pohon sudah lebat, Saya yakin mata air pasti bisa kita pertahankan. Mudah-mudahan ini awal yang baik, yang selaras dengan visi misi Gubernur bagaimana mengembalikan keharmonisan wana kertihnya. Dan dengan kita menanam hari ini, semoga diikuti oleh seluruh masyarakat juga ikut melakukan hal ini di pekarangan-pekarangan kita tanam pohon untuk peresapan air,” imbuh Sanjaya usai melakukan aksi tanam pohon. (Dim/Cia)

Komentar