DPRD Tabanan Target APBD 2020 Rp 450 Milyar, Dirga Persilahkan Kepala OPD Mundur Jika Tidak Mampu

Suasana rapat kerja dengan jajaran Eksekutif dipimpin langsung Ketua Dewan, I Made Dirga di Gedung DPRD Tabanan, Kamis (30/10). (Ist)

TABANAN – Jajaran anggota DPRD Tabanan menargetkan pencapaian APBD 2020 hingga Rp 450 Milyar. Dewan sendiri optimis target capaian tersebut bisa terpenuhi dengan baik jika sejumlah sektor pendapatan bisa dikelola secara maksimal.

Hal itu terungkap saat Rapat Kerja (raker) anggota dewan dengan jajaran ekekutif di ruang sidang Paripurna Gedung Dewan Sanggulan, Jum’at (31/10). Raker kemarin dipimpin langsung ketua Dewan, I Made Dirga dihadiri jajaran eksekutif dan berkesempatan menyampaikan berbagai program kerja untuk anggaran tahun depan.

Ketua DPRD Tabanan, I Made Dirga menjelaskan, target sebesar Rp 450 Milyar tersebut didasari sejumlah asumsi utamanya masih banyaknya sektor –sektor atau pos-pos yang belum digarap secara maksimal.

Untuk itu, pihaknya berharap pihak eksekutif sebagai mitra dalam pembangunan di Tabanan mampu bekerja secara maksimal guna memenuhi target tersebut.

“Kami yakin dan optimis dengan target tersebut sebab masih ada pos-pos yang belum digarap secara maksimal,” tuturnya usai raker kemarin.

Politisi senior PDI-P Tabanan ini menyebutkan, dirinya selaku Ketua Dewan akan terus menerus mengawal target APBD tersebut bersama anggota lainnya guna memaksimalkan Pendapatan  Asli Daerah (PAD).

Selain merupakan bagian upaya meningkatkan pendapatan, langkah ini dinilai merupakan gebrakan baru dalam mencapai target pembangunan di Kabupaten Tabanan agar lebih baik lagi dan menyentuh kepentingan masyarakat Tabanan nantinya.

Dalam hal ini, jajaran Eksekutif khususnya kepala OPD di lingkungan harus berperan aktif dan bersama-sama mencari solusi terkait target capaian tersebut. Dirga sendiri mengaku tidak akan sungkan untuk mempersilahkan pimpinan OPD untuk mundur jika tidak bisa mencapai target.

“Jika merasa diri tidak mampu untuk berbuat, silahkan mundur saja jadi kepala OPD,” tegasnya.

Politisi asal Banjar Sakah Sudimara ini juga mengkritik target capaian Eksekutif yang dinilai justru semakin menurun tahun ini yakni hanya mengajukan target capaian tahun 2020 hanya Rp 388 Milyar, padahal pada tahun 2019 lalu ditarget Rp 390 Milyar.

Menurutnya, sejumlah sektor bisa digarap dengan maksimal. Sebut saja sektor pariwisata masih sangat potensial dalam upaya pencapaian target APBD 2020 tersebut, mengingat sektor ini belum tergarap secara maksimal.

Dirga juga menilai upaya eksekutif sudah cukup baik dalam upaya peningkatan pemasukan daerah, namun beberapa hal masih memerlukan solusi agar capain target bisa terpenuhi dengan baik. Seperti adanya system ‘tiping box’ di kawasan pariwisata di Tabanan.

“Tiping Box itu suatu alat dimana tamu maupun wajib pajak mesti harus melewati alat ini, dan alat ini nantinya akan mengurangi tingkat kebocoran,” tegasnya.

Meski tidak semua bisa dipasangi alat tersebut, namun Dirga berharap ke depan ada solusi sehingga bisa berfungsi.  Untuk itu, sistemnya harus  digarap dengan seksama semisal dengan pemasangan perangkat tehnologi yang menunjang proses tersebut, termasuk sarana penunjang internet berikut pemasangan e- billing di sejumlah lokasi pariwisata di Tabanan.

“Target APBD ini nantinya diharapkan bisa menunjang segala bentuk pembangunan yang muaranya adalah untuk kepentingan pembangunan yang menyentuh masyarakat luas,” tambahnya.  

Guna mendukung hal ini, pihaknya  di dewan juga telah membentuk pansus pendapatan agar capaian target tersebut bisa terealisasi dengan baik.

“Pansus nantinya juga akan bekerja dengan maksimal agar capaian tersebut bisa terpenuhi demi kepentingan pembangunan. Jika dikerjakan secara maksimal dan bersama-sama, maka kami yakin capain ini akan terealisasi serta akan terus meningkat setiap tahunnya,” tutupnya.  (*/Cia)

 

  

Komentar