TMMD ke 106 di Tabanan Memantapkan Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga memukul gong sebagai tanda dibukanya TMMD ke 106 di Kabupaten Tabanan (Foto: ist/hms)

TABANAN- Apel Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 106 Kodim 1619/Tabanan dengan tema 'Melalui TMMD Kita Wujudkan Percepatan Pembangunan untuk Kesejahteraan Rakyat', yang digelar di lapangan umum Desa Gubug, Tabanan dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga, Rabu (2/10) pagi, dan dibuka secara resmi ditandai dengan pemukulan gong.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh. A.M. Suharyadi, Dandim 1619 Tabanan Toni Sri Hartanto beserta jajaran TNI di Tabanan, Kejari Tabanan Ni Wayan Sinaryati, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila, Wakapolres Tabanan, dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan.

Apel Pembukaan TMMD ini digelar berdasarkan Surat Telegram Danrem 163/Wira Satya Nomor ST/450/2018 tanggal 13 September 2018 tentang perintah untuk TMMD ke 106 TA. 2019 dengan tujuan kegiatan membantu Pemerintah Daerah dalam percepatan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah pedesaan melalui pembangunan fisik maupun non fisik serta memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat.

Gubernur Bali I Wayan Koster dalam sambutannya yang dibacakan  Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga  mengatakan TMMD merupakan gerakan bersama yang melibatkan unsur TNI, Pemerintah Daerah, Masyarakat secara umum dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memantapkan kesadaran masyarakat dalam berbangsa dan bernegara melalui pembangunan infrastriuktur di perdesaan.

Menurut Gubernur Koster, keterlibatan TNI dan Pemerintah Daerah serta elemen masyarakat dalam TMMD juga merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam percepatan dan meningkatkan akselerasi pembangunan di Daerah serta untuk memantapkan wawasan kebangsaan dalam bermasyarakat.

“Melalui kegiatan TMMD ke 106 ini, Saya menaruh harapan besar agar kegiatan ini sebagai titik bangkit dalam memicu dan memotivasi usaha kita memberdayakan masyarakat sebagai subyek pembangunan dengan semangat dan jiwa baru yang berintegritas, beretos kerja dan gotong-royong, yang pada akhirnya akan mempengaruhi jalannya penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan nasional, khususnya di Provinsi Bali," paparnya.

Gubernur Koster  menegaskan, bahwa gotong-royong dan partisipasi masyarakat adalah instrumen dalam sistem pemberdayaan masyarakat. Gotong-royong merupakan kunci utama penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan. Pada kesempatan ini pihaknya mengajak seluruh komponen masyarakat Bali bersama komponen TNI bersinergi mensukseskan pembangunan daerah dengan mewujudkan visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ melalui pola pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Sementara  itu Dandim 1619/Tabanan Toni Sri Hartanto menjelaskan sasaran kegiatan dari TMMD ke 106 di Tabanan ini dengan sasaran pokok pembuatan jembatan sepanjang 17 meter, lebar 5,5 meter dan tinggi 5 meter. "Betonisasi jalan sepanjang 65 meter dan lebar 3 meter serta tebal 0,12 meter, dan pembuatan senderan dengan panjang 65 meter dan tinggi 7 meter. Sedangkan  sasaran tambahannya, yakni bedah rumah sebanyak dua unit," tegasnya (Dim/Cia)

Komentar