Pemkab Tabanan Kembali Raih Penghargaan WTN
- 19 September 2019
- 08:44 WITA
- News

Bupati Tabanan Ni Putu Wiryastuti membawa Trpohy penghargaan WTN berfoto bersama usai menerima audensi (Foto: ist/hms)
TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan tahun 2019 meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) dengan Catatan 2019. Penghargaan tersebut diterima Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Tabanan I Made Agus Harthawiguna mewakili Bupati Tabanan di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (15/9)
I Made Agus Harthawiguna yang mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) yang saat ini juga menjadi sebagai Plt. Kadishub Kabupaten Tabanan ini menerima Trophy penghargaan tersebut secara langsung dari Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi.
Trophy penghargaan WTN tahun 2019 tersebut diserahkan Dinas Perhubungan yang diwakili Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Dinas Perhubungan Tabanan, I Gusti Bagus Satriadi kepada Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti di ruang kerja Bupati, Rabu (18/9)
Terkait penghargaan WTN yang diterima Pemkab Tabanan tersebut, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menyampaikan rasa syukur dan terimakasihnya telah diberi kepercayaan lagi mendapat anugrah WTN untuk kali ke delapan. "Ini merupakan kebanggaan bagi Tabanan. Sebetulnya bukan masalah penghargaannya tetapi bagaimana kita melaksanakan program itu agar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama siswa yang selama ini menggunakan angkutan trans serasi," ujarnya.
Bupati Eka berharap program ini didukung tidak hanya dari APBD saja sehingga bisa menjadi pilot project di Tabann. “Mudah-mudahan bisa menjadi pilot project dan didukung fasilitas publiknya. "Mudah-mudahan tiap mendapat penghargaan WTN kita dapat bonus lagi sehingga kita tidak binggung lagi mesti membeli atau memfasilitasi. Mengingat bus-bus juga lumayan harganya sehingga anggaran yang ada kita bisa pergunakan untuk program yang lain,” katanya..
Menurut Bupati Eka, melalui Program Trans Serasi secara tidak langsung kenakalan remaja utamanya siswa-siswa generasi penerus Tabanan bisa diminimalisir karena mereka berangkat dan pulang sekolah tepat waktu sehingga orang tua merasa lebih aman. “ Salah satu dampak utama program Trans Serasi ini bisa menekan tingkat kecelakaan siswa. Dulu sebelum ada program ini setiap minggu ada saja kecelakaan,” ujarnya.
Bupati Eka menambahkan adanya trans serasi ini sangat mempengaruhi kebiasaan siswa di dalam menggunakan angkutan transportasi. “Yang dulunya tidak mau pakai helm, tidak mau mengikuti aturan yang benar dan sudah dilakukan sidak tetap bandel, namun kini lebih tertib dan teratur, sehingga para orang-tua siswa-siswa merasa aman melepas anaknya untuk pergi ke sekolah,” tambahnya.
Bupati Eka saat itu juga menghimbau kepada semua orang tua siswa-siswi di Kabupaten Tabanan untuk menganjurkan anaknya menggunakan angkutan trans serasi. “Kepada para orang tua, bila anak belum waktunya untuk naik sepeda motor jadi mendingan di antar jemput atau meggunakan Trans Serasi ini,” pungkasnya. (Dim/Cia)
Komentar