Naik Sampan ke Sekolah, Siswa SD Trunyan Wardika Peroleh Bantuan Dinsos Bali

Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali, Dewa Gede Mahendra Putra bersama Dinas Sosial Kabupaten Bangli bersinergi dengan Relawan Bali saat mengunjungi Wardika. Kamis (5/9) pagi. (Ist)

BANGLI - Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Sosial bergerak cepat menanggapi pemberitaan seorang siswa sekolah dasar di Trunyan, Bangli yang berjuang melewati Danau Batur dengan sampannya untuk bisa menempuh pendidikan.


Adalah I Gede Agus Wardika (10 siswa kelas IV SDN 1 Terunyan, dan saat ini tinggal di Pondokan Waru, Desa Terunyan, Bangli mengharuskan Wardika sehari-hari mengayuh sampannya seorang diri untuk bisa sampai ke sekolahnya dengan jarak tempuh mencapai setengah jam.

Bukan hanya itu, untuk sampai ke sekolah, Wardika juga harus melanjutkan dengan jalan kaki. Meski demikian, anak sulung dua bersaudara dari pasangan suami istri Putu Wardana dengan Ni Nengah Sudiani ini ternyata salah satu siswa berprestasi di sekolahnya.

Secara khusus Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali, Dewa Gede Mahendra Putra bersama Dinas Sosial Kabupaten Bangli bersinergi dengan Relawan Bali langsung mengunjungi Wardika. Kamis (5/9) pagi.

Dewa Mahendra menuturkan jika Wardika sudah biasa mengayuh sampan seorang diri sejak dua tahun silam. Sementara adiknya Kadek Ervan Sugianto (6) diantar oleh sang ayah ke sekolah menggunakan sampan juga.

“Karena tidak ada akses jalan menuju ke sekolah, pada saat kelas satu Wardika diantar oleh bapaknya. Tapi sejak kelas dua, dia sudah biasa sendiri mengayuh perahu ke sekolah yang jaraknya cukup jauh,” cerita Dewa Mahendra.

Dewa Mahendra menambahkan, saat ini biaya pendidikan Wardika ditanggung oleh keluarga dekatnya. Hal ini karena orang tua Wardika bekerja serabutan, sehingga mengalami kendala biaya.

"Sampai tamat SD, dia sudah ditanggung keluarga. Nanti mulai dia SMP sampai tamat SMA, kita akan bantu biaya sekolahnya," ujar mantan Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali ini.

Ditambahkan Dewa Mahendra, beruntung untuk jaminan kesehatan keluarga Wardika ditanggung JKN-KIS serta Program Keluarga Harapan (PKH) dari Pemerintah.

Pada kesempatan ini, Dinas Sosial Provinsi Bali menyerahkan sembako terdiri dri beras 10 kg, gula pasir, minyak goreng, mie instan 1 dus serta biaya pendidikan. (*/Cia)

Komentar