PHBI Masjid Al Muhajirin Potong Hewan Qurban 17 Ekor Sapi dan 19 Ekor Kambing

PHBI dan warga muslim Perumnas BSI saat melakukan pemotongan dan penimbangan daging qurban yang aklan dibagikan untuk warga.

TABANAN - Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Al Muhajirin Perumnas Bukit Sanggulan Indah (BSI) Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, pada Hari Raya Idul Adha 1440 H memotonmg hewan qurban berupa sapi 17 ekor dan kambing 19 ekor.

Ketua PHBI Masjid Al Muhajirin Sulistiono mengungkapkan hal itu di sela-sela kegiatan pemotongan hewan qurban yang dipusatkan di lapangan olah raga yang ada di belakang Masjid Al Muhajirn Perumnas BSI, Minggu (11/8)

Sulistiono yang akrab dipanggil dengan nama Sulis Bakso Junior ini menambahkan, hewan qurban tersebut berasal dari warga muslim BSI dan sekitarnya, juga berasal dari warga lain di luar Perumnas BSI yang mempercayakan pemotongan dan penyalurannya pada PHBI Masjid Al Muhajrin.  

"Untuk hewan qurban berupa sapi umumnya dibeli dengan cara patungan tujuh orang warga. Sedangkan qurban berupa kambing dari perseorangan warga ," katanya.

Menurut Sulis, daging hewan qurban tersebut selanjutnya dibagi-bagikan kepada warga muslim yang ada di Perumnas BSI dan sekitarnya. Selain dibagikan kepada warga muslim, daging qurban tersebut juga ada yang dibagikan kepada warga non muslim.

"Daging qurban tidak hanya kami bagikan kepada warga di Perumnas BSI dan sekitarnya saja, namun kami bagikan juga ke institusi atau warga lainnya yang ada di tempat lain yang sebelumnya sudah mengajukan permohonan," katanya.
 
Selain melakukan pemotongan hewan qurban, dalam rangka memperingati Hari raya Idul Adha 1440 H kali ini, PHBI Masjid Al Muhajirin juga menggelar kegitan Pawai Takbir Keliling yang diikuti anak-anak TPQ, Sabtu (10/8) malam.

Berikutnya, pada hari Idul Adha,  ribuan warga muslim Perumnas BSI dan sekitarnya melakukan Sholat Idul Adha di Masjid Al Muhajirin di kompleks perumnas setempat, Minggu (11/8/2019).

"Alhamdulillah, warga yang sholat Id jumlahnya lebih dari 2.500 orang sehingga Masjid Al Muhajirin yang memiliki daya tampung sekitar 700 orang tersebut, tak mampu menampung banyaknya warga yang sholat sehingga banyak warga utamanya ibu-ibu yang terpaksa harus sholat di ruas jalan yang ada  di depan masjid Al Muhajirin yang berlantai dua itu. Bahkan jamaah yang datang belakangan meluber hingga jalan yang berada di depan sekolah Mapindo," paparnya. (gus)

Komentar