Menhub Karya Sumadi Siapkan Sistem Trasportasi Bali Semakin Murah dan Terintegrasi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat berkunjung ke Terminal tipe A Mengwi, Badung, Bali, Kamis (7/8). Foto : Ist

BADUNG – Pemerintah melalui Kementrian Perhubungan saat ini tengah merancang sistem  trasportasi yang lebih efisien dan menarik bagi masyarakat Bali. Upaya tersebut akan dilakukan dengan penambahan feeder (angkutan penumpang) sehingga trasportasi dari dan menuju satu titik bisa lebih mudah dan murah.

Hal itu diungkapkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat berkunjung ke Terminal tipe A Mengwi, Badung, Bali, Kamis (7/8). Realisasi perbaikan moda tersebut diharapkan sudah berjalan tahun 2020 mendatang.

 “Selama ini masyarakat mengeluh membayar mahal, mesti naik taxi,  bayar grab. Untuk itu upaya perbaikan traportasi harus segera dilakukan, mengingat Bali merupakan daerah wisata,” paparnya.

Saat ini, jumlah bus yang beroperasi hanya 100 unit bus, namun tahun depan jumlah tersebut rencaanya akan ditingkatkan menjadi 300 unit bus dan siap beroperasi setiap hari.

                                  

Peningkatan jumlah tersebut dilakukan guna memaksimalkan angkutan penumpang (feeder) sehingga masyarakat tertarik untuk menggunakan sarana angkutan umum.

Bukan hanya itu, upaya subsidi juga akan ditempuh agar tarif traportasi lebih murah, dan jika sudah berjalan lebih baik dalam kurun waktu tiga tahun, system transportasi tersebut akan diberlakukan dengan system dua arah, sehingga antara Terminal Megwi, Dalung, Kuta dan Ubung bisa ditempuh hanya dengan 10 menit.

“Ini adalah bagian dari upaya bahwa konektifitas itu penting berikut adanya kepastian sehingga masyarakat semakin tertarik untuk menggunakan trasportasi umum,” tegas Sumadi.

Menurut rencana, realisasi  subsidi tersebut akan keluar tahun 2020 mendatang yang berjumlah 30 milyar dan 5 milyar untuk keperluan subsidi angkutan.

                                          

Upaya perbaikan system trasporasi di Bali tersebut juga dinyakini tidak akan berpengaruh dengan sarana angkutan yang sudah ada, melainkan justru akan semakin melengkapi dengan system complementary dimana yang sudah ada tidak akan tersingkir melainkan akan semakin menarik sebab tidak ada kompetisi.

Dalam kesempatan sama, Karya Sumadi juga menjelaskan bahwa kunjungannya ke Bali secara beruntun merupakan bagian dari tugas yang diberikan Presiden Joko Widodo untuk memperhatikan sarana trasportasi di Bali mengingat Bali merupakan kawasan tujuan wisata dunia.

Untuk itu, dirinya waktu ini juga telah melakukan kunjungan di lokasi rencana pembangunan dermaga yakni Sanur dan Nusa Penida, sebab  hal itu sekaligus merupakan bagian keinginan pemerintah agar percepatan pembangunan sarana infrastur segera terealisasi. (*/Cia)

Komentar