Gelar Pasar Murah Tekan Harga dan Inflasi Jelang Galungan dan Kuningan

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra di dampingi Kadis Pertanian Kota Denpasar I Gede Ambara Putra usai membuka gelar pasar murah di lapangan parkir timur Lapangan Lumintang. Senin (15/7). Foto : Ist

DENPASAR - Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan bahan kebutuhan pokok dan alat upakara keagamaan biasanya mengalami kenaikan yang signifikan. Untuk menghindari kenaikan harga dan terjadinya inflasi Pemerintah Kota Denpasar melalui PKK Kota Denpasar bersama Dinas Pertanian Kota Denpasar menggelar Pasar Murah Galungan di Lapangan Parkir Lumintang Denpasar dari tanggal 15 hingga 20 Juli mendatang.

Acara ini dibuka secara resmi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra di dampingi Kadis Pertanian Kota Denpasar I Gede Ambara Putra Senin (15/7).

Dalam kesempatan itu Ny. Selly mengatakan, Pasar Murah ini sengaja dilaksanakan menjelang Hari Raya Galungan mengingat menjelang hari raya biasanya bahan upakara dan kebutuhan pokok mengalami kenaikan yang signifikan.  Untuk mencari solusi serta membantu ibu-ibu rumah tangga agar mendapatkan harga stabil. Maka dari itu  dilaksanakan Pasar Murah ini sebelum hari Raya Galungan.

Lebih lanjut Ny. Selly Mantra mengaku pihaknya secara rutin melaksanakan Pasar Murah ini menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Karena dari hasil evaluasi ternyata antusias masyarakat semakin meningkat dan besar. “Antusias masyarakat yang begitu besar maka kami berusaha  terus melaksanakan kegiatan ini setiap menjelang Hari Raya Galungan,’’ jelasnya Ny. Selly.

Kadis Pertanian Kota Denpasar I Gede Ambara Putra membenarkan bahwa Pasar Murah adalah menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan. Selain itu sebagai Tim TPID Kota Denpasar ia mengaku kegiatan ini juga untuk menekan terjadinya inflasi. Menekan terjadinya inflasi khusus Dinas Pertanian Kota Denpasar menyediakan buah-buahan dan alat-alat upakara. 

Ia memastikan dalam Pasar Murah harganya jauh lebih murah dibandingkan ini di pasaran. Hal itu bisa terjadi karena dalam Pasar Murah ini pedagangnya adalah langsung dari petani, sehingga harganya lebih murah. ‘’Seperti contoh daging ayam di pasar harganya Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu di Pasar Murah ini dijual hanya dengan harga Rp 25 ribu. Harga dalam pasar murah ini harganya memang lebih murah dari pada di pasaran,’’ ungkapnya.

Mendatangkan petani langsung di Pasar Murah ini juga untuk dapat meningkatkan pendapatan para petani. Sehingga stand yang digunakan para pedagang di Pasar Murah ini di gratiskan.  

Salah satu pembeli IA. Rasmonika mengaku harga dalam Pasar Murah ini sangat murah dan terjangkau bahkan lebih murah dari pada harga di pasar. Seperti halnya harga jeruk besar ia bisa membeli di Pasar Murah ini dengan harga Rp 8 ribu. ‘’Saya memastikan harganya sangat murah di bandingkan di pasar,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Pasar Murah ini juga tempatnya sangat strategis dengan perkantoran maupun tempat umum. Sehingga mempermudah masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga. Karena kegiatan ini sangat bermanfaat ia berharap kegiatan ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan. (*/Cia)

Komentar