Lagu Pop Daerah Duta Denpasar Tampil Memukau

Penampilan Duta Kota Denpasar, Sanggar catur Muka Swara serangkaian Parade Pop Daerah di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center, Selasa (9/7). Foto : Ist

DENPASAR – Memasuki pekan akhir pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI Tahun 2019 berbagai sajian pentas seni masih berlangsung. Seperti halnya Parade Lagu Pop Daerah yang menampilkan empat duta kabupaten/kota di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center, Denpasar, Selasa (9/7) malam.

Adapun Duta Kota Denpasar yang diwakili Sanggar Catur Muka Swara menjadi salah satu dari empat penampilan duta lainya, yakni Duta Kabupaten Gianyar, Duta Kabupaten Badung dan Duta Kabupateen Buleleng. Sajian olah vokal yang dipadukan dengan iringan instrumen musik yang apik mampu memukau penonton yang hadir  di Pangung Terbuka Ardha  Candra. 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Selly Dharmawijaya Mantra, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Kerti Rai Iswara serta masyarakat yang antusias menyaksikan penampilan keempat duta seni ini.

Kordinator Lagu Pop Daerah Duta Kota Denpasar, Komang Astita mengatakan, pada sajian garapan tahun ini terdapat lima lagu yang dikolaborasikan dalam satu garapan. Dimana, lagu yang ditampilkan pada pementasan PKB Tahun 2019 dibagi dalam dua kriteria yaitu remaja dan anak-anak. Khusus untuk kategori anak-anak yakni lagu Jempiring Putih maskot Kota Denpasar, lagu Medley yaitu beberapa Tembang Rare yang dipadukan menjadi satu yaitu lagu Ratu Anom, Curik-Curik, Made Cenik, dan Kaki Jenggot Uban.

Sedangkan lagu dewasa yakni lagu Toh Langkir, Pindekan Pakubon dan satu lagu wajib yaitu lagu Sasih Kaulu yang diiringi dengan musik tradisional seperti Gangsa, Suling, Rindik dan musik modern drum, Keyboard, Gitar dan Bass.

Sebagai penampilan pamungkas, sajian Lagu Pindekan Pakubon dan Toh Langkir dipersembahkan. Hal ini mengingat Giri Toh Langkir atau Gunung Agung merupakan titik sentral dan simbol kesucian bagi umat Hindu Bali. Sedangkan Pindekan Pakubon merupakan implementasi dari tema besar PKB XLI ‘Bayu Pramana’ yang mengandung makna memuliakan sumber daya angin.

“Pada sajian tahun ini kami memadukan olah vokal dengan instrumen musik modern dan tradisional sehingga mampu memberikan dinamika tersendiri yang menjadi sebuah identitas dari lagu pop daerah,” paparnya.

Lebih lanjut dijelaskan, penampilan kali ini memfokuskan pada perpaduan antara instrumen modern, tradisional dan olah vokal, baik dari nada, suara, gerakan, dan kekompakan.

“Jadi ini anggotanya semua anak muda, yang pria maupun wanita sudah memberikan penampilan maksimal dan sangat menjiwai dalam pembawaan lagu, besar harapan kami ini menjadi momentum regenerasi seniman musik di Kota Denpasar,” ujarnya. (*/Cia)

Komentar