Kader Militan Moncong Putih Tabanan Sayangkan Aksi Pembakaran Bendera Partai

Foto : Ilutrasi/Ist

TABANAN – Buntut aksi pembakaran bendera Partai PDI Perjuangan yang dilakukan oleh sejumlah loyalis Caleg Rai Santini di Bongan, Tabanan, beberapa hari lalu rupanya masih menyisakan pertanyaan jajaran kader Militan Partai Moncong Putih Tabanan. Mereka sangat menyayangkan aksi pembakaran bendera sebab merupakan symbol sekaligus lambang kebesaran partai.

Salah satu kader militan yang tidak menerima akan aksi pembakaran tersebut yakni I Nyoman Darmadi, kader asal Megati Tabanan. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh simpatisan Rai Santini merupakan bentuk pelanggaran serius dan harus disikapi oleh Induk Partai yakni PDI-P.

“Aksi pengrobekan bendera  di Bongan kemarin merupakan  pelanggaran serius dan harus disikapi dengan tegas,” tegas Darmadi saat dihubungi, Kamis (9/5).

Selain merupakan symbol partai, Darmadi juga meyebutkan bahwa tindakan hingga  pembakaran bendera baru kali ini terjadi sepanjang dirinya menjadi kader PDI-P. Untuk itu, dirinya meminta agar masalah ini harus diselesaikan hingga tuntas sebab merupakan pelanggaran serius.

Hal sama juga diungkapkan oleh salah satu kader lainnya, I Ketut Tama. Menurutnya apa yang dilakukan oleh simpatisan Rai Santini tersebut bukan merupakan jati diri kader PDI-P sebenarnya yang selalu menjunjung kebesaran partai terlebih lagi di basis Moncong Putih Tabanan.

Selain menyayangkan aksi pembakaran, Tama yang merupakan Ketua Ranting PDI-P ini menilai bahwa aksi pembakaran dipicu karena adanya janji – janji dari Ketua DPC PDI-P Tabanan yakni Komang Gde Sanjaya yang terlebih dahulu mengklaim kemenangan partai hingga memperoleh 31 kursi dewan.

Padahal, menurutnya, hal itu sewajarnya tidak perlu diungkapkan sehingga menimbulkan harapan-harapan bagi jajaran caleg yang sedang bertarung dalam Pileg 17 April kemarin.

Mestinya, tegas Tama, apa yang disampaikan oleh Ketua DPC PDI-P Tabanan tersebut harus disertai dengan data valid atau harus menunggu hasil pleno KPU Tabanan agar tidak mengklaim kemenangan secara sepihak.

“Nyatanya,  sekarang hanya memperoleh 28 kursi bukan 31  kursi sesuai hasil rekapitulasi KPU Tabanan,” tegas Tama.

Pria nyentrik berambut gondrong ini juga sangat menyayangkan para simpatisan Rai Santini juga ujungnya menyalahkan senior partai, Adi Wiryatama hingga menyatakan ujaran kebencian di Media Sosial, padahal menurutnya, tokoh senior PDI-P telah susah payah telah memperjuangkan partai sampai seperti sekaran ini dan bisa dinikmati oleh generasi sekarang ini.

“Tolongkan sebelum mengungkapan di Media hendaknya harus dipkirkan dulu dampak dan akibatnya, jangan sampai memberi harapan kpd caleg yg belum tentu lolos,” tegasnya.

Dilain pihak, Caleg Rai Santini hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi terkait aksi pembakaran simbol partai tersebut. Namun guna meredam amarah jajaran kader, menurut rencana, pihak DPC PDI-P Tabanan berencana akan melakukan pertemuan antar sesama kader moncong putih Jumat (10/5) di Kantor DPC PD-P Tabanan guna membahas kisruh pembakaran atribut partai banteng moncong putih tersebut. (*/Cia)

Komentar