Trans Sarbagita Kembali Beroperasi di Bandara Ngurah Rai

Gubernur Bali, I Wayan Koster saat memotong pita bunga peresmian mulai beroperasinya Trans Sarbagita di Bandara International. I Gusti Ngurah Rai, Badung, Kamis (25/5). Foto : ist

BADUNG - Trans Sarbagita kembali beroperasi di Bandara Ngurah Rai, Tuban, setelah beberapa saat terhenti. Layanan Trasportasi massal ini diharapkan bisa menunjang moda trasportasi di Bandara International tersebut sekaligus  menjadi alternatif pilihan bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali.

Peresmian mulai beroperasinya Trans Sarbagita itu dilakukan Gubernur Bali, I Wayan Koster di Bandara International. I Gusti Ngurah Rai, Badung, Kamis (25/5).

"Sebagai bandara kelas dunia, menghadirkan transportasi umum berupa armada bus memang keharusan," ujar Gubernur Koster disela-sela acara.

Meski masih dalam tarap uji coba, namun Koster menilai pengoperasian trasportasi ini masih akan dilihat perkembangannya. Pasalnya, Trans Sarbagita beberapa tahun lalu sempat beroperasi namun sayangnya sepi peminat.

Untuk itu, Ketua DPD PDI-P Bali ini menegaskan masih akan melakukan evaluasi ke depan seberapa jauh efektif atau tidaknya bus Trans Sarbagita saat beroperasi nanti.

"Saat ini kita uji coba dulu, kita evaluasi nanti apakah epektif atau tidak. Terus terang, selama ini Saya nilai trans Sarbagita ini belum berjalan dengan baik sehingga beberapa rute Saya berhentikan karena menghabiskan anggaran,” tegas Pria asal Sambiran Buleleng ini.

Koster pun berharap, moda trasportasi jenis ini mampu menjawab kebutuhan konsumen dari dan menuju Bandara Ngurah Rai di tengah lalu lintas yang semakin krodit di Bali.

Gubernur Koster juga  berharap kembalinya layanan transportasi massal Trans Sarbagita dapat memberikan dampak positif bagi kunjungan wisatawan ke Bali dan pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Bali.

Hal senada juga diharapkan General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional I Gst Ngurah Rai, Haruman Sulaksono bahwa  kembalinya layanan Trans Sarbagita melewati bandara diharapkan dapat menjawab pertanyaan masyarakat luas akan ketersediaan sarana transportasi massal yang melayani penumpang dari dan menuju bandar udara.

Kehadirannya, urai Haruman dipastikan  akan menjadi salah satu pilihan penumpang dalam mencari alternatif transportasi di Bandara Ngurah Raid dan tidak akan merugikan pebisnis lain yang menawarkan jasa serupa di Bandara.

“Dipastikan tidak akan merugikan pebisnis lain yang menawarkan jasa layanan serupa di Ngurah Rai,” tegas Haruman.

Sebagai informasi, layanan transportasi massal ini akan beroperasi dengan rute bandar udara – Nusa Dua, dan bandar udara – Batu Bulan, dengan jumlah 6 bus yang akan melayani penumpang dan untuk masing-masing rute, bus beroperasi dengan tiga jam keberangkatan.

Untuk rute bandar udara – Nusa Dua, bus akan berangkat pada pukul 09.15 Wita, 13.15 Wita, dan 17.15 Wita. Sementara untuk rute bandar udara – Batu Bulan, jam keberangkatan bus Trans Sarbagita adalah pukul 11.00 Wita, 15.00 Wita, dan 19.00 Wita. Jam keberangkatan bus untuk kedua rute arah sebaliknya juga berlaku sama. .(*/Cia)

Komentar