Wayan Kari Subali Dilantik Jadi Jro Pasek Desa Adat Kesimpar

I Wayan Kari Subali dilantik sebagai Jro Pasek di Desa adat Kesimpar. Jum'at (12/4). Foto : Oke

KARANGASEM - Anggota DPRD Bali yang juga caleg dari partai Nasdem I Wayan Kari Subali kemarin dilantik sebagai Jro Pasek. Jro Pasek ini merupakan jabatan tertinggi di Desa adat Kesimpar. Yakni semacam Bendesa adat di Desa adat lainya. Jum'at (12/4). 

Penggukuhan Kari Subali sebagai Jro Pasek dilakukan di Pura Puseh Kesimpar dengan upacara Majaya Jaya. Untuk diketahui Kari Subali dipilih secara aklamasi oleh warga Kesimpar dalam sembuah paruman sebulan lalu. Dimana agar pria eksentrik ini bersedia ngayah sebagai Jro Pasek.

Untuk diketahui Desa adat Kesimpar merupakan Desa adat yang cukup besar di Abang. Desa ini membawahi 20 Banjar adat dan juga empat Desa Dinas. Sementara penduduk Desa Kesimpar ini mencapai 8000 jiwa lebih. Pengukuhan atau mejaya jaya diawali dengan sembahyang bersama yang di ikuti para undangan. Diantaranya kelian dadia, kelian tempek dan juga kelian banjar adat.

Sementara empat Desa Dinas adalah Desa Kesimpar, Desa Abang, Desa Pidpid dan Desa Nawa Kerti. Menurut Jro Mangku Wayan Murdasari yang juga pemangku Pura Puseh lan Pura Bale Agung Desa adat Kesimpar mengatakan kalau Jro Pasek terdahulu sudah pensiun karena sudah usia.

Upacara dipuput Ide Pedanda Gede Ketut Putra Kawan, dari Geria Kawan Budekeling, Bebandem. Lanjut Jro Mangku Murdasari Jro Pasek ini adalah semacam penglingsir adat (yang dituakan  olah desa adat red).

Selaian pelantikan Jro Pasek juga dilakukan pelantikan pemucuk atau pinpinan LPD Desa adat Kesimpar.

Sementara itu kelian sebelumnya Made Sujana sudah umur sehingga mengundurkan diri. Sementara yang bersangkutan sudah puluhan tahun ngayah menjabat sebagai Jro Pasek.

Jro Pasek Wayan Kari Subali nantinya saat memerintah akan di damping empat kelian Desa Tempek.

Sementara itu usai mejaya jaya yang dimulai pukul 14.00 wita dilanjutkan dengan natab biyakala semacam sesaji untuk pembersihan diri.

Untuk diketahui Desa adat Kesimpar ini ada beberapa aci besar. diantaranya adalah Purnama kedasa di Pura Dalem Pidpid, Purnama Kasa ada Ngusaba Dodol yang akan di gelar di Pura Puseh Kesimpar dan beberapa aci penting lainya. sementara itu ada juga Ngusaba Ayu yang dilakukan setiap 10 tahun sekali. Ngusaba ini menggnakan Kebo atau Kerbau sebagai titi mahma (semacam sarana upacara red).

Sementara itu Jro Pasek Kari Subali mengaku siap untuk mengabdi di Desa adat Kesimpar. Dirinya mengatakan ingin agar Budaya dan Adat di Bali bisa lestari dan semakin ajeg.

“Kita ingin adat dan juga tradisi di Bali bisa berjalan dengan baik dan tidak punah,” harapnya. Untuk itu dirinya siap kerja keras untuk membagun dan melaksanakan apa yang sudah di gariskan oleh awig awig

Desa adat. “Budaya atau tradisi itu duluan ada dari agama…ini juga harus ajeg dan sejalan dengan agama Hindu di Bali,” ujarnya. (*/Oke)

Komentar