Jepang Siap Bantu dan Transfer Teknologi Ramah Lingkungan ke Tabanan

Suasana audensi antara Bupati Tabanan dan perwakilan pemerintah kota Toyama Mr. Tanaka. (Foto ist/Hms)

TABANAN - Jepang melalui Pemerintah Kota Toyoma, siap membantu dan mentransfer teknologi ramah lingkungan kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan. Di antaranya melalui bantuan berupa Rice Milling (Penyosohan Beras) dan Teknologi Ramah Lingkungan untuk Angkutan Trans Serasi serta pengolahan Sampah.

Hal itu terungkap saat Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menerima perwakilan Pemerintah Kota Toyama Mr.Tanaka melakukan audensi di Ruang Kerja Bupati Tabanan, Jumat (22/3) sore.

Bupati Tabanan didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan, AA. Dalem Tresna Ngurah, mengungkapkan dalam audensi tersebut pemerintah Toyama  rencananya akan memberi bantuan berupa Rice Milling (Penyosohan Beras) dan Teknologi Ramah Lingkungan untuk Angkutan Trans Serasi serta pengolahan Sampah.

Disebutkan,  Pemerintah Toyama telah beberapa kali melakukan kunjungan, melakukan survei dan melihat letak geografis Tabanan dan Masyarakat Tabanan, dengan masyarakat Tabanan yang mayoritas adalah Petani, dan mereka tertarik ikut menjaga Warisan Budaya Dunia yang ada di Tabanan.
 
“Jati luwih merupakan salah satu World Heritage, dimana Toyama juga sangat ingin berpartisipasi menjaga warisan Budaya Dunia ini. Oleh karena itu dalam bentuk apapun, energy, sumber daya apapun yang mereka punya, pengalaman yang mereka miliki, mereka ingin transfer knowledge dengan Tabanan sehingga Tabanan menjadi Pilot Project bagi Toyama sendiri. Bahwa apa yang sudah berhasil di Toyama bisa dibawa ke Kabupaten Tabanan,” paparnya.

Disebutkan, selain bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Rice Milling yang dialokasikan di Jatiluwih, Pemerintah Toyama juga akan membantu mesin pengelolaan sampah , juga mengkaji berupaya menggantikan energi minyak dengan energi gas khususnya untuk angkutan Trans Serasi yang merupakan program unggulan dari Pemkab Tabanan.

Menurut Bupati Tabanan, secara umum pemerintah Toyama Jepang siap membantu dan mentransfer teknologi ramah lingkungan untuk Tabanan . Hanya saja harus mengikuti proses dan prosedur yang benar mengenai mekanisme dan administrasi, karena ini menyangkut kerjasama dua Negara.

“Karena kerjasama ini menyangkut dua Negara, kita harus meminta restu dengan kementrian terkait, dengan Pak Gubernur Bali agar direstui dan dikasi ijin serta minimal mereka tahu program kita yang ada di Tabanan," ujarnya.

Terkait sampah, pihak Toyama masih merencanakan sebatas pengelolaan sampah kompos atau sampah organik menjadi kompos. Dijelaskan Pemerintah Tabanan selalu terbuka dengan segala proyek yang akan dilaksanakan di Tabanan, sepanjang program tersebut bermanfaat bagi masyarakat Tabanan. "Tidak dipungkiri juga bahwa sampah organik sangat membludak di Tabanan, seperti contoh sampah Upakara, sampah pasar, dan sebagainya," katanya.

Untuk menanggulangi hal tersebut, ke depan Bupati Eka berencana agar sampah tersebut tidak melulu harus dibuang ke TPA, dan masyarakat harus sadar jangan membuang sampah sembarangan, apalagi ke sungai karena akan sangat mencemari lingkungan. Pemkab akan berupaya mendidik dan membina masyarakat agar bisa memiilah sampah dan mengolah plastik sehingga punya kesempatan mengedukasi masyarakat bagaimana mengolah sampah rumah tangga dengan baik sehingga bermanfaat.

“Selain itu kita juga punya bank-bank sampah yang akan kita bina kembali untuk memantapkan kinerjanya. Khususnya Pemuda atau Sekaa Teruna-Teruni harus digerakkan juga. Pemuda tidak boleh cuek dan acuh tentang sampah. Ayo kita olah sampah ini seperti sesuatu yang bisa menjadi berkah dan bermanfaat," ajaknya. (Dim/Cia)

Komentar