KPU Tabanan Temukan Selisih 16 Pemilih

Foto : Ist

TABANAN – KPUD  Tabanan akhirnya kembali menetapkan jumlah pemilih yang disepakati dalam rapat pleno penyempurnaan DPTHP 2. Sesuai laporan Petugas Pemilu Kecamatan (PPK), ada selisih 16 (enam belas) pemilih tetap ditemukan yang seharusnya tidak masuk dalam Daptar Pemilih Tetap (DPT).    

Hal itu terungkap saat sidang pleno penyempurnaan DPTHP 2 yang berlangsung di Kantor KPUD Tabanan, Minggu (17/2). Selain dihadiri jajaran petugas kecamatan di 10 kecamatan Kabupaten Tabanan, nampak hadir, jajaran Bawaslu Tabanan serta perwakilan parpol dan undangan lainnya.

Temuan selisih pemilih tersebut diduga akibat kesalahan imput data ke system, khususnya di wilayah Kecamatan Selemadeg Barat dimana kelebihan data pemilih ditemukan di wilayah tersebut.

“Terus terang data kami terima siang hari dan langsung kami cross cek dengan data awal. Kesalahan bisa terjadi sebab ada kesalahan imput data awal,” ujar Ketua KPU Tabanan, I Gde Putu  Weda Subawa kemarin.

Ditambahkan, jumlah pemilih bisa terus berubah mengingat adaya penambahan pemilih baik dari luar kabupaten maupun provinsi lainnya. Untuk itu, pihaknya akan melakukan pengecekan secara sekasama demi penyempurnaan DPTHP 2  hingga menjelang pelaksaan Pemilu 17 April mendatang.

Setelah mendengarkan laporan dari masng-masing PPK, rapat pleno kemarin juga sekaligus verifikasi daftar jumlah yang masuk dan keluar.  Dari data DPTHP 2 yang disimpulkan kemarin, ada 133 Desa siap melakukan pencoblosan yang tersebar di 10 kecamatan di Tabanan dengan jumlah TPS sebanyak 1.544 TPS dengan jumlah pemilih sebanyak 180 029 (laki) dan 186 121 (Perempuan) dengan total pemilih 366.150.

Sesuai laporan masing-masing PPK Kecamatan, juga ditemukan bahwa suara masuk yang berhasil diverifikasi masuk sebagai DPT yakni 132 (Laki) 109 (perempuan) dengan total 241 oang.  Jumlah pemilih keluar juga ditemukan yakni sebanyak 103 (laki) dan 77  (perempuan) dengan total 180 orang dengan total jumlah  pemilih sebanyak 366. 211 pemilih.

“Sudah semuanya dilakukan pengecekan, hampir semuya ada kesalahan pemasukan data, beberapa diantaranya termasuk beberapa titik di luar jangkauan,” ujar I ketut Sugina menambahkan. (*/Cia)

Komentar