Terkait Pengrusakan Baliho NasDem Tabanan

Wayan Sarjana : Ada Pihak Ketakutan Akan Popularitas Caleg Partai NasDem

I Wayan Sarjana didampingi Sekretaris DPD NasDem Tabanan, I Gde Putra Yadi (kiri) dan Ketua KSN DPD NasDem Tabanan, I Gde Suartha (kanan). Foto : www.liba.com

TABANAN - Aksi pengrusakan baliho dan parpol Partai  NasDem oleh orang tidak dikenal di Tabanan memicu reaksi jajaran pengurus partai besutan Surya Paloh tersebut. Aksi  perobekan baliho dinilai sebagai bentuk ketakutan  akan popularitas para Caleg Partai NasDem Tabanan, disamping merupakan politik gaya lama yang harus dirubah.  

Hal itu ditegaskan Ketua DPD Partai NasDem Tabanan, I Wayan Sarjana  kepada media di sela-sela upaya pelaporan aksi perobekan ke pihak Panwascam,  Senin (21/01/2019). Menurut Sarjana, aksi  pengrobenan juga telah mencederai semangat berdemokrasi sebagaimana didengunkan selama ini.

“Ada semacam bentuk ketakutan akan popularitas terhadap jajaran Caleg Partai  NasDem Tabanan,” ungkapnya   dihadapan awak media kemarin.

Menurut Sarjana, para Caleg Partai NasDem Tabanan saat ini diisi para kader yang berkualitas dan notabena ada di hati masyarakat di daerah pemilihannya. Untuk itu, pihaknya menyayangkan aksi perobekan tersebut sebab dinilai merupakan gaya politik lama yang harus dibuang dan di rubah.

Pria asal Baturiti ini menegaskan bahwa di dunia perpolitikan sekarang ini sudah ngak jamannya melakukan aksi serupa sebab akan mencedrai semangat demokrasi di Tanah Air. Menurutnya, akan lebih elegan jika setiap caleg beradu program dan visi misi berikut kecerdikan para caleg merangkul konstituens sehingga bisa diterima masyarakat pemilih.

Terkait aksi pengrusakan tersebut, dirinya berharap kepada Bawaslu Tabanan segera melakukan tindakan untuk mengungkap siapa oknum pelaku pengrusakan baliho caleg dan parpol tersebut.  Disamping akan memberikan efeck jera, aksi pengrobekan serupa akan menimpa kader partai lain jika tidak dilakukan upaya penanganan hukum.

“Pastinya jika tidak dilakukan penanganan serius maka kasus pengrobenan dikwahatirkan akan menimpa kader partai lain,” tegasnya.

Secara bersama-sama, Wayan Sarjana langsung melaporkan aksi perobekan kemarin ke pihak Panwascam Tabanan sebagai bentuk penegakan berdemokrasi di wilayah lumbung beras tersebut. dirinya menyakini hal itu terjadi  karena ulah oknum masyarakat yang ketakutan saja.

Walau demikian Sarjana menegaskan bahwa perusakan ini justru membuat semangat kader NasDem Tabanan makin menggelora.  Kehadiran NasDem adalah untuk menegakan nilai demokrasi. Tidak takut dengan tekanan atau intimidasi.

"Pola Intimidasi semacam ini sudah tidak relevan.  Sekarang ini warga sudah sadar. Perusakan ini akan membuat semangat kader NasDem Tabanan makin menggelora," jelasnya.

Diketahui, sebanyak 9 baliho caleg dan dua baliho parpol NasDem dirobek oleh orang tidak dikenal. Aksi pengrusakan diketahui Senin (21/01/2019) sekitar pukul 07.00 wita. Ke 9 (Sembilan)  baliho tersebut tersebar di seputar kota tabanan yang merupakan 5 (lima) baliho Caleg Dapil 1 nomor 2, I Gde Sudiartha dan dua baliho Caleg NasDem Dapil 1 nomor urut 7 (tujuh), I Ketut Nuryasa. Semetara dua baliho parpol yang dirobek ditemukan di petigaan Tonja, Gubug, Tabanan.  (Cia)    

Komentar