Bupati Eka "Nyaksi" Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Puseh Singin

Foto : Ist/Hms

TABANAN - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, didampingi Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Ketut Suryadi, "Nyaksi" rangkaian Karya Agung (Upacara Dewa Yadnya) Ngenteg Linggih, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini Pura Puseh lan Desa DP. Singin, Selemadeg, Rabu, (28/11).

Hadir pula saat itu Camat Selemadeg, unsur Muspika Kecamatan Selemadeg, Perbekel, Tokoh Adat, dan Tokoh Masyarakat setempat, pada kegiatan yang dipusatkan di Balai Banjar, DP. Singin yang kebetulan satu areal atau lokasi dengan Pura Desa lan Puseh setempat.

Sesuai pantauan dilapangan, Orang Nomer satu di Tabanan itu disambut hangat oleh masyarakat, terutama ibu-ibu PKK yang sangat antusias dengan kehadiran Bupati Cantik tersebut, juga menyuguhkan Tarian Panyembrahma sebagai penyambutan dari Ibu Ibu PKK setempat.

Saat itu, dalam sambutannya Bupati yang akrab disapa Eka itu mengatakan, sangat semangat bila datang ke selemadeg dan mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Singin. Tentunya Beliau mengapresiasi persatuan masyarakat di Selemadeg, khususnya di Banjar Singin. 

"Tentunya ini sesuatu yang luar biasa, Daerah Selemadeg tidak diragukan lagi persatuannya, inilah yang membuat Saya semangat datang ke Selemadeg", tegas Bupati Eka.

Beliau juga menghimbau agar persatuan itu tetap dijaga sampai kapanpun, guna memperlancar pembangunan di masyarakat. Juga Dirinya menekankan, tentunya juga harus menyatu dengan Pemerintah, karena pembangunan di masyarakat tidak lepas dari peran serta Pemerintah.

"Membuat itu mudah tapi merawat sukar. Tiang harap masyarakat sami tetap bersatu dan mementingkan suatu komunikasi dalam melakukan apapun yang berhubungan dengan masyarakat", jelasnya.

"Belajarlah berbicara, berkomunikasi yang baik dengan Penerintah. Niscaya kalau sudah bersatu, Pemerintah pasti selalu mendukung pembangunan di Masyarakat", tambahnya.

Sebelumnya Prawartaka Karya I Nengah Ardinata mengatakan, bahwa pengempon Pura Puseh lan Desa DP. Singin terdiri dari 120 KK (Kepala Keluarga). Dalam penyelenggaraan Karya Agung ini dikenai urunan Rp 5 juta per KK.

Dari iuran warga tersebut terkumpul uang sebesar Rp. 445 juta, dan penghabisan dari Karya Agung dan pemugaran Pura, dijelaskan Prawartaka Karya sebesar Rp. 780 juta. Masih ada kekurangan dana sebesar Rp. 335 juta. Pihaknya berharap, undangan semua yang hadir bisa menutupi atau membantu kekurangan dana yang ada.

"Dumogi pare uleman sami, sida nagingin antuk kakirangan punika", harap pihaknya. 

Selain melakukan persembahyangan bersama dengan seluruh undangan dan masyarakat yang hadir, Bupati Eka menyempatkan diri bercengkrama dengan masyarakat setempat, yakni ngobrol dan poto bareng atau lebih dikenal dengan sebutan selfi. (Hms/Cia)

Komentar