Indonesia Miliki 165 Kawasan Konservasi Potensial Perikanan Berkelanjutan

Direktur Eksekutif CTC Rili Djohani. Foto : Istimewa

DENPASAR – Sebagai negara maritim, Indonesia saat ini masih memiliki 165 kawasan konservasi perairan berikut hutan seluas 20 hektar yang cukup potensial untuk dikembangkan. Jika berhasil diberdayakan, maka akan sangat mendukung perikanan berkelanjutan sebagaimana dicanangkan pemerintah saat ini.

Direktur Eksekutif Coral Triangle Centre (CTC) Rili Djohani memaparkan, konsep perikanan berkelanjutan harus mengacu kepada "triple bottom line" yaitu menciptakan potensi ekonomi, meningkatkan kesejahteraan sosial kehidupan masyarakat.

"Selain memastikan terciptanya keseimbangan lingkungan hidup, konsep itu diharapkan menajdi potensi ekonomi sehingga mampu meningkatkan kesejateraan sosial masyarakat,” tutur Rili ditengah acara workshop dengan tema perikanan berkelanjutan dan konservasi perikanan di Indonesia yang digelar di Coral Triangel Center (CTC) Sanur Denpasar kepada awak media. Sabtu (20/10).

Rili memaparkan, 165 kawasan tersebut begitu potensial menunjang dalam mendukung tujuan dari perikanan berkelanjutan berikut peranan penting dalam manajemen perikanan yang berkelanjutan, sebap mempunyai potensi terciptanya ekosistem yang kondusif bagi ikan-ikan untuk berkembang baik.

Tema Perikanan berkelanjutan ini juga akan menjadi tema besar yang akan didiskusikan delegasi berbagai negara peserta di Our Ocean Conference, tanggal 29 30 Oktober 2018 di Bali

Hanya saja, dari jumlah itu, sekitar 60 persen dari total luas KKP di Indonesia itu baru pada tahap dicadangkan, sehingga belum dimanfaatkan sebagaimana seharusnya KKP sendiri.

Untuk itu, salah satu hal penting yang dapat dilakukan adalah memastikan pengelolaan KKP yang efektif. CTC merupakan sebuah organisasi yang sangat memahami sehingga merancang program peningkatan kapasitas masyarakat, terutama di daerah konservasi.

Pentingnya sumber daya ikan agar tetap terus berkelanjutan juga seringkali diingatkan berbagai pihak, sebab meski bisa berkembang biak, namun bukan berarti tidak terbatas. Diperlukan pengelolaan perikanan yang tepat dan berkelanjutan, termasuk bagaimana penangkapan ikan yang bertanggung jawab dan pengaturan aktifitas penangkapan ikan sebab akan berdampak kepada kepada lingkungan.

Guna melakukan pengelolaan perikanan yang baik, harus tahu kondisi populasi sumber daya ikan.Meski demikian, keterbatasan data masih menjadi kendala dalam untuk mengetahui kondisi perikanan kita di Indonesia.

Terkait dengan hal ini, Pakar Konservasi Sumber Daya Perikanan Abdul Halim menyebutkan, bahwa ada metoda yang bisa digunakan yakni metoda Pendugaan Rasio Potensi Pemijahan berdasarkan data panjang ikan. "Ini bisa lebih murah dan lebih mudah dilakukan," ungkapnya.

Ada tiga data penting bisa didapatkan dengan metode sederhana itu yakni bagaimana stok populasi ikan, mengetahui keberhasilan pengelolaan ikan dan intervensi pengelolaan.

Diketahui, Our Ocean Conference / 00C kali ini mengambil tema "Our Ocean Our Legacy/Laut Kita Warisan Kita" akan membicarakan keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai dalam pengelolaan laut di dunia, termasuk di Indonesia, serta tantangan yang dihadapi dalam menciptakan keseimbangan laut.

Ada enam topik yang akan dibicarakan selama dua hari konferensi tersebut yaitu: Kawasan Konservasi Perairan, Perubahan Iklim, Perikanan yang Berkelanjutan, Polusi Laut, Ekonomi Biru yang Berkelanjutan dan Konservasi Perairan. (Cia)

Komentar