Prabowo Sapa Relawan Emak-emak di Bali

Capres Prabowo Subiakto saat menyapa para relawan Bali di hotel Inna Heritage Veteran, Denpasar. Jum'at (19/10). Foto : liputanbali.com

DENPASAR - Calon Presiden Prabowo Subiyanto menyempatkan diri bertemu dengan para relawan emak-emak di Bali. Selain mengungkapkan keharuannya atas dukungan masyarakat, mantan Danjen Kopassus ini juga menegaskan masyarakat Indonesia saat ini masih berada dalam keterbatasan.

Begitu tiba di lokasi acara di Inna Heritage, jalan Veteran Denpasar, Prabowo langsung dielu-elukan para pendukung dan relawan. Teriakan dukungan Prabowo Presiden menggema sekaligus luapan ungkapan ganti presiden 2019.  Lagu prabowo for Presiden sekaligus menyambut kedatangannya yang dibawakan group band sang elang. Jumat (19/10).

Ditengah relawan yang manyoritas emak-emak, Prabowo potong tumpeng merayakan ulang tahunnya lalu dibagikan kepada para relawan yang setia mendukungnya. Nampak hadir sejumlah tokoh seperti Mayjen TNI (Purn) Sudrajat, Ketua DPW Gerindra Bali, IB Sukarta, Ketua DPC Gerindra Denpasar, Made Muliawan Arya, Ketua DPD Demokrat Bali, Made Mudarta  dan sejumlah tokoh lainnya.

Saat memompa semangat ratusan emak-emak di Bali, istilah kaum perempuan yang kembali dipopulerkan pasangan Prabowo Sandiaga Uno (PADI), Prabowo menyatakan rasa harunya karena sudah didukung oleh masyarakat Indonesia untuk kembali maju menjadi Capres 2019 mendatang.

"Saya terharu dengan harapan yang diberikan demikian besar, ini merupakan amanah yang tidak ringan. Perlu itikad yang sangat besar, keyakinan yang sangat besar untuk menerima amanah ini," ujarnya dalam acara Silaturahmi bertajuk Relawan Emak-Emak Binangkit dan Relawan Prabowo-Sandi Provinsi Bali kemarin.

Ia pun mengunkapkan kegundahannya bahwa saat ini sebagian besar masyarakat Indonesia berada dibawah keterbatasan. Bahkan tegasnya, kekayaan Indonesia yang begitu kaya dan makmur hanya dinikmati oleh segelintir orang.

Untuk itu, dia mengajak mengajak semua elemen masyarakat untuk mulai mengambil sikap membangun kesadaran hukum, politik, ekonomi, demokrasi dalam mewujudkan cita-cita bangsa yang saat ini faktanya belum sesuai harapan.

"Katanya krisis ekonomi, bank-bank tutup, banyak perusahaan ambruk, aneh, katanya Indonesia hebat, saya coba merenung, kemudian saya baca laporan beberapa lembar, neraca perdagangan ekspor impor kita," tegasnya.

Meski bukan ahli ekonomi, Prabowo mengaku terpaksa harus belajar masalah ekonomi agar mengerti tentang ekonomi. Kenyataanya, jelas pasangan Sandiaga Uno ini, ahli ekonomi dengan sederet gelar akademis tidak mampu menjelaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini,  kemudian memakai istilah-istilah teori yang sulit dimengerti untuk menjelaskan kondisi ekonomi masalah Indonesia.

"Para ahli ekonomi meski banyak banyak gelar tidak bisa menjawab kenapa negara kaya namun rakyatnya miskin," tukasnya,

Karenanya, dia berkesimpulan, bahwa masalah ekonomi agar jangan dijadikan momok. Prabowo juga memompa semangat ibu-ibu yang hadir dan sebagian besar dari kaum hawa di Bali ini untuk belajar ekonomi sebab ibarat mengatur keuangan rumah tangga di rumah masing-masing. (Cia)

Komentar