Dekat Dengan Tambang, PT BSI Komitmen Jaga Keindahan Obyek Wisata Pulau Merah

Foto : liputanbali.com

DENPASAR - Meski berdekatan dengan sebuah tambang, keberadaan obyek wisata Pulau Merah yang berada yang berada di kawasan Tumpang Pitu Kabupaten Bayuwangi Jawa Timur tetap terjaga hingga saat ini. Hal itu tidak lepas dari peran PT Bumi Suksesindo (BSI)  yang selama ini komitmen terus menjaga keindahan obyek wisata tersebut.   

Bahkan keberadaan tambang sejauh ini sangat bermamfaat bagi masyarakat setempat khususnya warga sekitar. Demikian juga dengan keberadaan lingkungan, utamanya kebaradaan Obyek Wisata Pulau Merah tetap terjaga keindahannya, bahkan saat ini semakin menjadi destinasi favorit di kawasan Jawa Timur.

Direktur PT BSI, Boyke Abidin menjelaskan, jarak pengelolaan areal PT BSI tak terlalu jauh dengan keberadaan obyek wisata Pulau Merah. Meski demikian, keberadaan perusahaannya sama sekali tak merusak keindahan alam Pulau Merah.

“Keberadaan tambang sama sekali tak mengganggu obyek wisata Pulau Merah. Sebaliknya, kita berkomitmen untuk terus menjaga obyek wisata di sekitaranya,” ungkap Boyke  saat acara  media gathering di Denpasar, Kamis (18/10).

Ditegaskan, keberadaan tambang tak bisa dipisahkan dari hidup dan kehidupan manusia. Bahkan, sejatinya, keberadaan sebuah tambang jauh sebelum manusia mengenal perabadaban di dunia.

Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya perkakas dan alat berburu manusia pra sejarah yang terbuat dari batuan, besi, tembaga dan lain sebagainya.

“Mulai dari cincin hingga handpone itu juga bagian tambang. Yang kita lihat sekarang di banyak media, tambang itu merusak. Itu yang harus diawasi,” papar dia.

Selain berkomitmen menjaga keberadaan Obyek Wisata Puau Merah, PT BSI diakui secara aktif mengambil inisiatif dalam berbagai program pengembangan ekonomi daerah dan nasional.

Tak hanya nilai hibah saham bagi Pemda Bayuwangi, namun pihaknya juga terus melakukan berbagai program CSR yang bermaafaat bagi masyarakat.

“Selain berdampak secara financial terhadap Bayuwangi, kami juga memiliki komitmen jangka panjang untuk kemajuan Banyuwangi,” tegas Boyke.

PT BSI, Boyke melanjutkan, juga meraih penghargaan sebagai wajib pajak kontributor terbaik tahun 2017 dari Kantor Pajak DJP Jawa Timur III KPP Pratama, Banyuwangi. PT BSI juga meraih penghargaan pemberi kontribusi besar terhadap penerimaan pajak KPP Pratama Jakarta Setiabudi Satu, Jakarta Selatan.

PT BSI juga menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) secara aktif dan telah menjangkau sekitar 42 ribuan warga, khususnya yang berada di Kecamatan Pesanggaran, di mana lokasi tambang emas Tumpang Pitu berada.

Adapun empat bidang fokus CSR kami yaitu kesehatan, pendidikan, pengembangan UMKM dan pembangunan infrastrukur. Sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan, PT BSI telah menjalankan program rehabilitasi yang mencapai total lahan seluas 21,08 hektar.

Demikian juga dengan rekrutment tenaga kerja, termasuk seluruh karyawan dan kontraktor saat ini berjumlah 1.795 orang, terdiri dari 99 persen warga negara Indonesia dan sebanyak 60 persen berasal dari Banyuwangi, termasuk sekitar 38 persen dari Kecamatan Pesanggaran.

“Kami akan terus berkomitment demi kemajuan Bayuwangi,” tutupnya. (Cia)

Komentar