Koster Bertekad Wujudkan Bali Clean dan Green Energi

foto : istimewa

DENPASAR - Gubernur Bali I Wayan Koster bertekad mewujudkan Bali clean dan green energy diawal kepeminpinannya usai dilantik menjadi Gubernur Bali. Hal itu dilakukan guna mendukung program ramah lingkungan seiring Bali sebagai destinasi wisata dunia.

Hal itu diungkapkan Koster saat melakukan tatap muka dengan ratusan relawan dari berbagai elemen masyarakat pendukungnya saat perhelatan Pemilihan Gubernur  (Pilgub) Bali beberapa waktu lalu. Didamping Wagub Tjok Ace, Koster memaparkan sejumlah program yang dilakukan digeber ke depan. Minggu (30/9).

Selain menyatakan sejumlah program termasuk soal penghentian reklamasi teluk benoa, soal pembangunan jalan tol Denpasar Jembrana juga diungkapkan. Tak lupa Gubernur asal Sambiran Buleleng ini juga mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh relawan yang hadir.

Tak lupa,dia meminta masyarakat turut mengawal kepemimpiannya ke depan agar bisa berjalan dengan benar dalam mewujudkan kesejahteraan di Bali.

Menurut Koster, dirinya telah sepakat dengan Menteri ESDM bahkan dalam bentuk kesepakatan tertulis untuk menjadikan Bali sebagai Clean and Green Energy. Jadi, harus mendapatkan bahan bakar gas atau energi terbarukan.

Dicontohkan, pembangkit listrik di Celukan Bawang, Buleleng, yang berkapasitas 350 MW yang selama ini menggunakan bahan bakar batubara, kemudian akan meningkatkan kapasitas produksinya  menjadi 700 MW atau lebih, berencana menggunakan batubara, oleh Koster diminta untuk ditinjau ulang.

"Kalau masih menggunakan bahan bakar batu bara, saya tidak akan berikan izin," tegasnya.

Koster juga mempersilakan pihak PLTU Celukan Bawang mengembangkan kapasitas produksi dua kali lipat, harus menggunakan gas. Meskipun sudah berinvestasi ratusan miliar untuk menggunakan batu bara namun Koster tegas meminta agar beralih ke gas.

"Jangan hanya memikirkan bisnis semata, tetapi pikirkan bagaimana masyarakat Bali untuk mendapatkan udara yang sehat, bersih dan yang tidak terkena polusi," sambungnya.

Atas gebrakan itu, bahkan, Menteri ESDM Ignasius Jonan saat bertemu Koster memuji sebagai gubernur pertama di Indonesia yang berani menyatakan "Green and Clean Energy".

Sejak itulah, Menteri ESDM memerintahkan Pertamina sebagai penyedia dan PLN untuk mempergunakan energi gas sebagai bahan bakar di pembangkit listrik. Bukan hanya itu, mobil dan sepeda motor juga dipastikan akan memakai gas demi terciptanya Bali Clean dan Green ke depan.

Pada bagian lain, Koster menyinggung isu sensitif reklamasi Teluk Benoa yang bertahun-tahun menuai kontroversi di masyarakat. Karenanya, Koster menegaskan, masalah reklamasi Teluk Benoa sudah berakhir. Jangan lagi membahas masalah tersebut. Menuntaskan isu reklamasi menjadi prestasi pertama Koster bahkan sebelum dirinya menjadi gubernur.

Gebrakan lainnya, Koster memastikan rencana pembangunan jalan shortcut yang menghubungkan Denpasar-Singaraja akan diteruskan guna memperpendek jarak tempuh dari 2,5 jam menjadi 1,5 jam.

Selain itu, Koster juga telah bertemu pihak investor asing yang berancana menanamkan investasi bagi pembangunan jalan tol menghubungkan Denpasar ke Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana. Sementara itu, dalam ramah tamah tatap muka tersebut berlangsung penuh keakraban dengan suguhan hiburan kesenian tarian dan lagu-lagu pop Bali serta penampilan mengagumkan istri Koster, Ni Putu Putri Suastini yang membacakan bait-bait puisi yang cukup menggetarkan hati tamu undangan. (Cia)

Komentar