JNE Kembangkan Potensi Unggulan Produk Lokal Menembus Pasar Global

foto : istimewa

DENPASAR - Bali selain memiliki destinasi wisata yang memikat wisatawan dalam dan luar negeri, juga punya potensi dan keunggulan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menjadi penggerak roda perekonomian nasional.

Produk UMKM yang banyak diproduksi di Bali di antaranya makanan ringan, minuman, produk kecantikan, spa, sarung Bali, kerajinan tangan, hingga tenun. Semua produk tersebut diminati tak hanya di pasar nasional tetapi juga dalam lingkup pasar global.

“Sebagai perusahaan pengiriman ekspres dan logistik, JNE pun berupaya untuk terus mewujudkan dukungan. Seperti memberikan peluang kerjasama kemitraan untuk masyarakat, serta program JLC (JNE Loyalty Card) agar pelanggan mendapatkan benefit dari tiap aktifitas pengiriman,” kata Head of Cargo Sales JNE Freight Reza Arfandy di sela-sela acara Kopiwriting bersama Kompasiana dengan tema “Dari Lokal untuk Global” di Hotel Aston Denpasar, Kamis (27/9).

Menurut Reza Arfandy, acara tersebut digelar sebagai bagian dari dukungan terhadap perkembangan UMKM lokal di Bali agar mampu menembus pasar global. JNE merupakan perusahaan jasa kurir ekspres dan logistik yang telah menjalankan bisnisnya selama hampir 28 tahun di Indonesia. “JNE yang juga memiliki JNE International Service siap mendukung pemasaran atau penjualan produk khas Bali ke mancanegara,” tambahnya.

Sementara itu A.A.A. Mas Utari Noviyanthi selaku pemilik Beehandycrafts Bali mengungkapkan tantangan yang dihadapi para pelaku bisnis adalah bagaimana mencari pasar untuk produk kita, kemudian membuat produk yang disukai oleh pasar. “Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga produksi sesuai order yang kita terima, baik dari segi kualitas dan kuantitasnya, menjaga ketepatan waktu pengiriman, serta inovasi dalam pembuatan produk,” ungkapnya.

Ni Luh Ary Pertami Djelantik yang juga hadir di acara tersebut ikut berbagi pengalamannya sebagai pelaku bisnis di Bali. Ni Luh Pertami mengaku membangun usaha produksi sepatu dengan label Niluh Djelantik ini sejak tahun 2008. Tidak sampai setahun, sepatu buatannya sudah bisa ditemukan di berbagai negara Eropa, Australia, dan Selandia Baru. Konsisten dalam menjaga kualitas produk, inovasi desain, dan selalu bekerja dengan cinta merupakan semangat yang selalu diterapkan Niluh dalam membuat produknya hingga saat ini.

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali I Gde Wayan Suamba, SE. mengharapkan pelaku industri di Bali adalah para pelaku dapat memproduksi barang sesuai selera pasar dan laku di pasar baik domestik maupun ekspor. “Tentunya produk tersebut harus berkualitas baik, memiliki harga kompetitif dan tepat waktu pengiriman, di samping pelayanan yang baik,” jelasnya.

JNE berdiri pada tahun 1990 sebagai perusahaan nasional yang berkonsentrasi pada bidang usaha jasa pengiriman dan pendistribusian. JNE juga memperluas bidang usahanya hingga jasa pengiriman makanan khas daerah (PESONA), jasa kepabeanan, penjemputan di bandara, dan pengiriman uang/money remittance. Pada akhir tahun 2012, JNE memisahkan divisi Logistik, menjadi unit usaha tersendiri dan terpisah dari unit kurir ekspres.

Mulai tahun 2013, JNE siap berekspansi di bidang logistik, dengan berfokus pada layanan yang mencakup pergudangan, cargo, pengiriman jalur darat, sea freight, dan air freight. Di tahun 2014, JNE mempersiapkan JNE E-Commerce dan melakukan optimalisasi Mobile Applications, serta membangun 250 kantor operasional juga mempeluas jaringan hingga lebih dari 6.000 outlet di seluruh Indonesia untuk bersaing dalam Asia Free Trade Area yang berjalan sejak tahun 2015. (Cia)

Komentar