Minat Baca Warga Karangasem Meningkat

foto : istimewa

KARANGASEM – Minat membaca Warga Karangasem saat ini ternyata jauh meningkat. Ini bisa dilihat dengan kunjungan ke Perpustaaan daerah Karangasem yang mengalami peningakatan. Meski sempat menurun, namun sejak awal tahun 2017 dan 2018 ini, tingkat kunjungan terus meningkat. Hal ini disebabkan karena tingkat kesadaran masyarakat akan kepentingan membaca semakin meningkat.

Hal itu ditegaskan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupetan, Karangasem I Komang Daging kepada awak media kemarin. Peningkatan ini menurut Daging juga karena trobosan yang dilakukan dengan program Perpustakaan Seru (Perpuseru) bekerjasama dengan Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI).

Diakui, untuk menarik minat baca memang ada kendala. Salah satunya adalah membagun kesadaran masyarakat untuk menyadari pentingnya membaca. “Ini juga menyangkut bidaya baca yang belum bagus,” paparnya.

Sementara untuk buku buku yang disukai masyarakat diantaranya adalah buku buku yang terkait dengan agama hindu. Terlebih lagi di Karangasem saat ini ada  STKIP Agama Hindu. Selaian itu yang cukup diminati adalah kesusastraa seperti Novel. Selaian itu buku buku terapan dan teknologi juga cukup banyak di baca dan dicari. Pembaca sendiri dari kalangan pelajar dan mahasiswa juga masyarakat umum.

Sementara itu buku buku di Perpustakaan di Karangasem sudah dilakukan perbaharuan dan pengadaan. Stok yang ada tidak kuno karena sudah dilakukan stock opname tahun 2016 lalu. Dimana buku buku kuno yang kurang di minati sudah di pisahkan.

Saat ini Perpustakaan Karangasem cukup di minati. Pengunjung disana juga cukup puas. Dari kuisioner yang di sebar tingkat kepuasan pengunjung sekitar 75 persen. Dimana ruangan yang cukup nyaman, tenang dan ber AC. Selaian itu juga sudah ditambah dengan layanan computer dan internet.

Sementara untuk anggaran belakangan ini diakui masih cukup terjangkau. Hanya saja untuk terus bisa dikembangkan dengan lebih berinovasi perlu kebijakan anggaran yang lebih besar. Karena ini butuh pengadaan sosialisasi  kepada masyarakat melalui work shop, seminar dan upaya lainya.

Sementara trobosan yang dilakukan dengan perpustakaan keliling dan mobil pintar. Ini terus dijadwalkan ke derah daerah terpencil yang minat baca masih rendah. Mobil pintar sendiri pelayanan dilakukan setiap hari Sabtu dan Minggu. Diantaranya dilakukan saat Car Free Day di jalan Veteran dan juga Taman Kota. Sementara jadwal ke Desa Desa juga telah dilakukan secara rutin.

Saat ini juga sedang diupayakan pelestarian naskah kuno bekerjasama dengan CCFI dengan bekerjasama dengan Desa untuk mereplikasi Perpustakaan. Sementara Perpuseru sebagai tempat kegiatan masyarakat yang berbasis TIK. Diakui juga Perpustakaan di Karangasem juga telah mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Seperti melakukan promosi dan penjualan lewat online.

Karena itu perpustakaan dengan basis teknologi informasi. Dengan meningkatkan layanan computer dan internet. Pihaknya juga mengundang masyarakat untum kegiatan di Perpustakaan. Hal ini pernah dilakukan diantaranya memfasilitasi kegiatan sastrawan di Karangasem. selaian itu juga pernah memfasilitasi les bahasa Inggris, pelatihan Komputer dan Internat dasar dan kegiatan lain. Kedepan sesuai kebijakan Mendari agarperpustakaan juga bisa dikembangkan sampai k Desa desa dengan menggunakan dana Desa.

Jadi Perpustakaan di Karangasem juga tidak hanya untuk pinjam buku namun juga buka internat dan belajar pemasaran dan promosi. Diantaranya sempat dilakukan untuk promosi sanggar Burat Wangi dan Kata Kata di Rendang. Untuk UKM juga membantu dalam hal pernjualan dan promosi. Juga akan dilakukan upaya penyalinan lontar tertentu kemudian di bukukan dan jadi koleksi Perpustakaan Karangasem.

Perpustakaan Karangasem sendiri buka sampai jam 5 Sore sampai hari Jumat. Saat ini juga tengah dikembangkan aplikasi Kunang Kunang untuk mengecek koleksi Perpustakaan oleh masyarakar. Jadi warga Karangasem yang ingin mencari buku tertentu bisa mengecek lewat aplikasi ini.

Sementara untuk meningkatkan kunjungan awal dengan dipancing lewat pelayanan Internet. Hanya saja penggunaan internat diawasi bisa dengan aplikasi Kunang Kunang. Sehingga anak anak yang menggunakan internat benar benar untuk ilmu pengetahuan. Banyak anak anak yang menggunakan fasilitas tersebut untuk menyelesaikan PR di sekolah mereka

Sementara itu kunjungan ke Perpustakaan dari tahun 2017 sampai April 2018 adalah 147.219 pengunjung perempuan dan 101.964 orang pengunjung laki laki. Ini untuk ke semua perpustakaan di Karangasem termasukperpustakaan sekolah dan Desa. Sementara untuk perpustakaan umum Pemkab Karangasem pengunjung laki laki 61 452 pengunjung dan perempuan 95.163 orang. Jadi wanita lebih banyak yang datang ke Perpustakaandi Karangasem. sementara jumlah member lali laki total  13.516 dan perempuan 30.328 orang.

“Ini termasuk semua perpustakaan baik yang di sekolah dan Desa,” ungkapnya.

Untuk perpustakaan umum Karangasem laki laki hanya memiliki 33 member dan peremuan 93 member. Sementara jumlah koleksi buku untuk semua perpustakaan di Karangasem ada 93.927 judul sementara di perpustakaan daerah ada 3.418 judul buku. Koleksi yang banyak justru ada di Perpustaaan sekolah dari SD, SMP dan SMA di Karangasem.  di Karangasem sendiri ada 300perpustakaan. SD terbanyak dengan 240 buah, SMP 22 buah, SMA 21 buah dan Desa 12 buah danperpustakaan Kabupetan ada lima buah. (Oke)

Komentar