Bersih Lingkungan Warnai Pendadaran PSHT Denpasar

foto : istimewa

DENPASAR – Ada yang menarik saat gelar ujian atau pendadaran yang digelar oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Denpasar. Gelar ujian pendadaran justru diwarnai dengan aksi bersih lingkungan dengan kegiatan bersih-bersih pantai bagi kalangan calon warga baru.

Aksi lingkungan ini mulai digelar dari Pantai Matahari terbit hingga Pantai Biaung. Selain itu, para calon akan ditempa mental baik fisiknya. Jika lulus, meraka nantinya akan dijadwalkan mengikuti wisuda September mendatang.  

Ada seratusan lebih calon yang siap menjadi warga baru persaudaraan tersebut. Kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh korwil mulai dari Cabang Denpasar, Badung, Tabanan, Jembrana, Karangasem dan Gianyar.

Sunarto selaku Ketua PSHT Cabang Denpasar memaparkan, ada 178 calon warga baru baik tua muda, pria dan perempuan akan mengikuti prosesi pendadaran. Mereka berasal dari berbagai profesi berbeda dan mendapat perhatian khusus dari PSHT Korwil Bali, Pengurus Pusat PSHT di Madiun Jawa Timur.

"Kegiatan ini sekaligus dihadiri anggota keluarga PSHT Bali yang berjumlah 400 orang,” ungkap Sunarto, di Lapangan Kapten Japa, Denpasar, Minggu kemarin.

Selain guna mempererat sulaturrahmi, sunarto juga menyatakan bahwa baksos kali ini merupakan rangkain peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73 yang mendapat dukungan penuh seluruh anggota dan pengurus PSHT.

                                 

Melalui kegiatan ini pula, diharapkan, PSHT bisa mengerti makna mengerti makna hari kemerdekaan RI dengan kegiatan positif seperti aksi kebersihan pantai.

Disinggung soal ujian pendadaran calon warga baru, Mas Narto menjelaskan, meliputi upacara, pembekalan materi senam jurus di Pantai Biaung. Tujuannya, agar mereka mengenal mengetahui satu sama lain keluarga besar PSHT Korwil Bali.

Tak kalah pentingnya, kata Mas Sunarto, PSHT berasal dari berbagai latarbelakang profesi mulai pengusaha, PNS, TNI/Polri dan masyarakat lainnya, membaur bersama dalam persaudaraan sembari mengikuti materi wawasan kebangsaan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap NKRI.

"Setiap kegiatan seperti ini, selalu dikordinasikan dan mendapat motovasi, dorongan restu dari PSHT Pusat di Madiun," sambungnya.

Dalam kesempatan sama, pengurus Litbang PSHT Cabang Denpasar Miftachur Rohman menambahkan, pihaknya selalu mendukung berbagai kegiatan seperti kali ini.

Harapannya, dengan pendadaran ini, ke depan saudara-saudara atau warga yang disahkan sebagai warga PSHT bisa mengetahui, mengerti makna sebagai warga PSHT.

"Sesuai motto kita, berbudi luhur tahu benar dan salah, dengan pendadaran ini setelah disahkan warga PSHT bisa mengetahui ajaran SHT yang sebenarnya," jelas tokoh pemuda Monang Maning, Denpasar yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial keagamaan ini.

Sesuai ajaran SHT, bagaimana bisa menjadi manusia yang berbudi luhur, sehingga nantinya mereka dalam membaur sosialisasi terjun di masyarakat bisa lebih baik dan positif.

Sementara itu, Wakil Korwil PSHT Bali Makmun Murad AS memberikan apresiasi terhadap kegiatan pendadaran yang digelar PSHT Cabang Denpasar. Sesuai tradisi, setiap cabang secara bergantian menjadi panitia menggelar berbagai kegiatan positif.

"Kami membawahi seluruh cabang di Bali, sejak tahun 1999 sudah melaksanakan pendadaran, dengan keanggotaan atau warga PSHT mencapai seribu lebih," imbuh salah satu wasit juri nasional ini.

Hingga kini, PSHT cukup aktif dalam kegiatan-kegiatan olahraga pencak silat baik di tingkat regional dan nasional dan mengukir prestasi untuk Bali.

Pihaknya menghimbau, seluruh warga PSHT sudah jelas memiliki tujuan mendidik manusia berbudi luhur, mengetahui benar dan salah serta bertaqwa kepada Tuhan Yang MAha Esa.

"PSHT betul-betul bisa menjadi wadah, tidak memandang perbedaan agama, ras, suku, siapapun bisa belajar dengan semangat persaudaraan," demikian Makmun. (Cia)

Komentar