Suplai BBM Normal, SPBU Pertamina di Lombok Utara Kembali Beroperasi

foto : istimewa

LOMBOK - PT Pertamina (Persero) terus melakukan penyaluran BBM di wilayah terdampak gempa Lombok Utara. Tiga hari pasca gempa berkekuatan 7 skala richter (SR), seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berjumlah sekitar 60 SPBU termasuk di Lombok Utara, telah mendapat suplai BBM secara rutin.

Pantauan lapangan, SPBU Pertamina 54.833.09 di Kayangan, Lombok Utara, Selasa (7/8/2018), yang merupakan wilayah terparah terdampak gempa karena dekat dengan pusat gempa, telah melayani BBM seperti sedia kala. SPBU ini berlokasi cukup strategis dan sudah menggelontorkan 8.000 liter produk BBM jenis Pertalite dan Premium.

"Kami membuka SPBU hari ini karena kami yakin banyak masyarakat yang membutuhkan BBM. Ini sangat membantu mobilitas masyarakat yang terkena bencana," ungkap Paryadi, Operator SPBU. 8 Agustus 2018

Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region V Rifky Rakhman Yusuf mengatakan untuk menjaga ketertiban lingkungan SPBU agar tetap tertib dan kondusif, dua petugas kepolisian turut mengamankan SPBU. Selain itu, untuk menegakkan asas pemerataan dalam kondisi darurat, petugas memberikan kebijakan pengisian sebesar Rp 20.000,- per hari kepada setiap pengendara motor.

Menurut Rifky, seluruh Terminal BBM dan Depot yang ada di Nusa Tenggara Barat, baik TBBM Ampenan, TBBM Badas, dan TBBM Bima wilayah Lombok, tetap beroperasi seperti biasa. Semua fasilitas penting Pertamina baik fasilitas BBM maupun LPG dinyatakan aman termasuk stok BBM dan LPG juga senantiasa dalam kondisi aman sesuai dengan standar ketahanan stok.

"Hingga saat ini, Satgas Bencana dan Posko Bantuan Pertamina masih aktif berada di lapangan untuk melayani kebutuhan energi masyarakat dan sekaligus membantu korban gempa  di pengungsian,” ujar Rifky.

Berbagai bantuan Pertamina, lanjut Rifky, telah disalurkan berupa sembako, alat kelengkapan tidur dan tenda untuk pengungsi. Selain itu, Pertamina juga memberikan bantuan BBM berupa dexlite dan pertalite untuk kebutuhan operasional kegiatan bantuan.  Tidak lupa, Pertamina menyiapkan bright gas 5.5 kg dan 12 kg untuk kebutuhan dapur umum pengungsian. (*/Cia)

Komentar