Terus Berbenah, BRSUD Tabanan Luncurkan Sistem Layanan Baru

Foto : liputanbali.com

TABANAN – Badan Rumah Sakit Umum Daerah (BRSUD) Kabupaten Tabanan terus berbenah demi meningkatkan mutu layanannya kepada masyarakat. Belasan layanan tambahan diluncurkan dan diharapkan bisa lebih memudahkan karena ditunjang dengan layanan berbasis online dan digital.

Ada 17 (tujuh belas) layanan tambahan yang diluncurkan. Kesemuanya merupakan layanan baru dan inovatip menuju layanan e government yang bersih, cepat dan memuaskan.

Sistem layanan ini dibuat selama tiga tahun lebih oleh tim IT yang tentunya merupakan putra-putri terbaik di Tabanan. Launching layanan tersebut dilakukan Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryatuti, Sabtu (4/8) di Rumah Sakit Tabanan. Nampak pula hadir, Ketua DPRD Tabanan, I Ketut Boping Suryadi dan Anggota DPRD Tabanan, I Made Dirga, disaksikan jajaran muspida dan opd di lingkungan terkait.

“Semuanya kami lakukan guna lebih meningkatkan pelayanan menuju era digital dan online, untuk itu, kami membuat system informasi rumah sakit Tabanan yang dikerjakan oleh putra-putri terbaik Tabanan,” ungkap  Direktur BRSUD Tabanan dr I Nyoman Susila disela-sela peluncuran di rumah sakit Tabaan, Sabtu kemarin.

                                 

System layanan baru ini sebenarnya merupakan pengembangan SIMRS dengan Smart Maruti dimana  terdapat system pendaftaran online, e-tendering pengadaan makanan, minuman pasien, dan lain lain.

Sistem layanan ini juga mencakup pengelolaan sampah medis dengan transpormer, informasi kamar dan antrean kamar secara online, blue code system, layanan laparoscopy, program pendidikan dan penelitian profesi dokter di Warmadewa, transaksi penerimaan dan pengeluaran non tunai secara online, dan remunerasi dengan payroll system.

Layanan yang diluncurkan sekaligus memberikan informasi tentang laboratorium, lansia prioritas, pelayanan gersatri, free discharge administration, one stop registration, starpasima ( layanan antar pulang pasien, sesidar  ( selalu siap darah kelompok bank darah emergency call). 

Selain itu, ada juga layanan patologi anatomi, layanan mikrobiologi, ruang ICCU, ruang HCU, architect plus 1000 SR, dan Multi Slice Computed Tomography (MSCT 128 Slice).

Bupati Tabanan,  Eka Wiryastuti memberikan apresiasi dan dukungannya terhadap layanan baru dan inovatif yang dilaunching BRSUD Tabanan. Selain membanggakan, layanan baru ini merupakan hal yang luar biasa sebab merupakan karya terbaik putra putri terbaik Tabanan.

                                

Pada kesempatan  sama, Eka sekaligus memuji atas raihan laporan keuangan BRSU Tabanan dari BKP yang empat tahun berturut-turut sejak tahun 2014 meraih predikat WTP, Wajar Tanpa Pengecualian. Demikian juga dengan penilaian kinerja lainnya dari BPKP dan Ombudsman yang meraih predikat baik.

Menurutnya, kesuksesan tidak bisa diraih secara tiba-tiba bahkan harus melalui proses. Semua memerlukan perjuangan dan pengorbanan seperti yang dilakukan BRSUD Tabanan karena dulu pernah meraih laporan keuangan disclaimer.

“Soal fisik tidak ada masalah, Bagi saya yang terpenting adalah bobotnya. Jika SDM andal ditaruh di mana saja akan memberikan hasil yang terbaik,"  tegasnya.

Dalam kesempatan kemarin, jajaran dewan siap mensupport sekaligus mendorong upaya perbaikan layanan yang ada di BRSUD Tabanan. Ketua DPRD Tabanan, Boping Suryadi menegaskan, akan memberikan support sepenuhnyakarena ini merupakan layanan public.

“Jika memang dibutuhkan regulasi kita dorong apalagi dibutuhkan dana, Karena ini urusan publik,“ kata Boping.

Selain  melaunching layanan dan inovatif baru, Bupati Tabanan juga berkesempatan melantik dua dokter ahli utama, yakni dr Ni Ketut Ayu Sudariani, Sp.S dan dr I Nyokan Gde Sumardika, Sp.PK dilakukan dengan majaya-jaya di ruang lantai II BRSUD Tabanan.

BRSUD Tabanan sendiri berdiri sejak tahun  1953 dan terus mengalami perkembangan hingga saat ini.  Sebanyak 225 tempat tidur pasien sudah tersedia dengan diperkuat oleh 1039 tenaga baik medis maupun  non medis.

Meski awalnya merupakan rumah sakit regional, namun dalam perjalanannnya, tahun 2016, RS Tabanan  mampu menjadi Rumah Sakit kelas B yang sudah bisa mendidik dokter.

Pada tahun 2013 BRSUD Tabanan sempat mengalami disclaimer, namun upaya kerja keras dari semua tim yang ada dan pembenahan yang dilakukan secara menyeluruh akhirnya sejak tahun 2014 sampai 2017 BRSUD Tabanan mendapatkan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). (Cia)

 

 

Komentar