Bertemu Stakeholder Pariwisata, Badung Komit Kembangkan Pariwisata

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Kadis Pariwisata Badung I Made Badra saat menghadiri acara Gathering Meeting dengan Stakeholder Pariwisata di Badung, Rabu (25/7) lalu di Hotel Aryaduta Bali, Jln. Kartika Plaza, Lingkungan Segara, Kuta. Foto : Ist

BADUNG - Sektor pariwisata di Badung merupakan salah satu sektor prioritas, mengingat sektor ini secara nyata telah terbukti mampu sebagai pilar sekaligus motor penggerak perekonomian masyarakat badung. Untuk itu Pemkab Badung berkomitmen untuk mengembangkan pariwisata di Badung dan Bali, serta mendukung keinginan Kementerian Pariwisata RI untuk mengembangkan bali sebagai gate way pariwisata yang menyediakan berbagai hal untuk para wisatawan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa saat menghadiri acara Gathering Meeting dengan Stakeholder Pariwisata di Badung, Rabu (25/7) lalu di Hotel Aryaduta Bali, Jln. Kartika Plaza, Lingkungan Segara, Kuta. Gathering Meeting diikuti para Ketua Asosiasi dan pelaku pariwisata di Provinsi Bali dan Kabupaten Badung.  

Dijelaskan, bahwa baru-baru ini, Kabupaten Badung diberikan penghargaan Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Award 2018. Merupakan bentuk penghargaan kepada kabupaten/kota yang memiliki komitmen, performansi, inovasi, kreasi dan leadership dalam membangun pariwisata daerah.

"Award ini merupakan apresiasi bagi pemerintah daerah yang memiliki peran yang sangat besar untuk mengembangkan pariwisata daerah, guna mendukung pencapaian target nasional 20 juta Wisman pada Tahun 2019. Dan Bali sendiri dipandang menjadi daerah yang paling siap, hal tersebut berkaitan dengan dukungan infrastruktur fisik dan non fisik yang telah ada," jelas I Ketut Suiasa.

Erupsi gunung agung, memang berpengaruh terhadap pariwisata, namun kita patut memberikan informasi bahwa pariwisata bali, khususnya Badung aman untuk dikunjungi. Sesuai data yang ada, kunjungan wisatawan mancanegara dari bulan Januari hingga Juni 2018 telah mencapai 3.088.535 orang.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 jumlah kunjungan sebanyak 2.908.661 orang, maka mengalami kenaikan sebesar 179.874 orang atau naik 6,18 persen. 

Suiasa mengakui pariwisata merupakan tulang punggung (back bone) sumber PAD, karena 80% lebih PAD Badung bersumber dari sektor pariwisata. Apalagi APBD Badung tahun 2018 telah disahkan sebesar 8,15 triliun dan rancangan APBD 2019 dirancang 10 triliun lebih.

Untuk itu diperlukan pembangunan kepariwisataan yang berkesinambungan, serta menyebarluaskan potensi pariwisata yang ada secara terus menerus kepada insan pariwisata, baik masyarakat, pengusaha pariwisata maupun pemerintah agar eksistensi Badung sebagai daerah tujuan wisata tetap terjaga.

Suiasa  JUGA mengharapkan Dinas Pariwisata membuat riset pasar potensial dari beberapa negara bekerjasama dengan STP Bali tentang kepariwisataan, sehingga kedepannya mampu membuat suatu program pariwisata yang berkualitas dan berbasis masyarakat. 

Kadis Pariwisata Badung I Made Badra selaku Ketua Panitia mengatakan, gathering meeting dengan stakeholder pariwisata ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Latar belakang pertemuan ini, karena sektor pariwisata secara nyata telah memberikan kontribusi besar kepada PAD dan mampu sebagai pilar sekaligus motor penggerak perekonomian masyarakat.

Maksud dan tujuan pertemuan ini sebagai media dari pemerintah daerah untuk mendapat masukkan dari asosiasi dan pelaku pariwisata. Juga menginformasikan hal hal yang berkenaan dengan perkembangan kepariwisataan, sehingga terjalin komunikasi antara Pemkab dengan pelaku pariwisata di Badung. (LBC)

 

Komentar