Terjun Bebas, Ni Luh Mayani Tewas di Jembatan Bangkung

Jenazah Ni Luh Mayani (44) saat dievakuasi petugas. Foto : Ist

BADUNG – Entah apa yang merasuki pikiran Ni Luh Mayani (44), hingga nekat mengakhiri hidupnya dengan terjun bebas di jembatan Tukad Bangkung, Banjar Pelaga, Desa Pelaga, Petang Badung. Pelaku tewas seketika usai melompat dari atas jembatan ratusan meter lebih.

Peristiwa mengegerkan warga itu terjadi Jumat (27/7) siang sekitar pukul 13. 30 wita. Tidak ada kecurigaan sedikitpun saat Mayani mendekati jembatan memanjang tersebut. usai aksi bunuh diri itu, puluhan warga yang kebetulan melintas nampak penasaran bercampur prihatin melihat aksi nekat perempuan baruh ini hingga nekat bunuh diri.

Tidak jauh dari lokasi kejadian, nampak sepeda motor Jupiter warna biru Nopol DK 5303 UO di atas Jembatan Tukad Bangkung yang sebelumnya dikendarai pelaku. Beberapa warga mengaku, tidak mengetahui jelas aksi nekat tersebut dilakukan. "Tadi saya ikut mengangkat korban dan sudah dalam keadaan meninggal," ucap Budi, salah seorang warga setempat menjelaskan kepada wartawan.

Menariknya, keluarga korban mengaku tidak melihat tanda tanda Mayani yang berasal dari Banjar Dinas Pengubugan Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan Buleleng, akan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis sedemian rupa. Namun diduga korban mengalami depresi hingga nekat melakukan aksi terjun bebas tersebut.

                                      

“Selama ini, Mayani tidak pernah mengeluh bahkan tidak masalah dengan keluarga. Namun belakangan ini, dia terlihat seperti mengalami gangguang jiwa. Itu terlihat dari nada bicaranya dan kemungkinan defresi,” ungkap Made Sumarka (55) salah satu keluarga pelaku.

Kapolsek Petang, AKP Ketut Edi Susila, saat ditemui di Puskesmas Petang II menjelaskan awal mula kejadian bunuh diri tersebut diketahui dari seorang pedagang jagung yang berada di sekitar jembatan. Menurut keterangan saksi, nampak seorang perempuan sedang tergantung di bawah jembatan dengan tangan masih berpegangan pada besi pembatas jembatan.

Si pedagang jagung bahkan sempat menyetop lalu menginformasikan adanya percobaan bunuh diri kepada petugas Polsek Petang yang kebetulan sedang berpatroli melintas di dekat lokasi. Namun sayang, aksi nekat pelaku tidak bisa dihentikan, meski saksi sudah berlari memberitahu petugas.

"Pak polisi tolong ada orang yang akan terjun bunuh diri,” ujar Edi Susila menirukan keterangan saksi si pedagang jagung.

Usai melakukan pengecekan, petugas dari Puskesmas Petang II akhirnya tiba di lokasi berikut mengecek kondisi pelaku dan dinyatakan sudah tewas, kemudian dievakuasi dan dibawa oleh jajaran BPBD Kabupaten Badung mengingat medan cukup terjal.

"Korban sudah kami temukan dalam kondisi meningal dunia dan diduga depresi sesuai keterangan keluarga,” ungkap Edi Susila. (*/Cia)

Komentar