Puluhan Santri Rumah Tahfiz Nurul Qur’an ‘Uji Publik’ Kelulusan

Suasana 'uji publik' para santri Rumah Tahfizh Nurul Qur'an (RTNQ) Dukuh, Tabanan. Sabtu (2/6). Foto : LBc

TABANAN – Puluhan santri Rumah Tahfiz Nurul Qur’an (RTNQ) Dukuh, Tabanan, Sabtu (2/6) sukses melewati uji publik di hadapan para hakim (penguji). Dengan lancar, santri yang rata-rata masih duduk di bangku sekolah dasar ini begitu lugas meneruskan menghapal ayat-ayat Suci Al Qur’an usai diperderngarkan.

Uji publik para santri putra dan putri ini merupakan salah  satu bagian dari upaya menyemarakkan ‘Ramadhan Kareem’  yang digelar oleh pengelola RTNQ Tabanan. Acara sekaligus dirangkai dengan perayaan Hari Lahir (Harlah) RTNQ Tabanan yang ke 3 (tiga).

Selain mendatangkan sejumlah ustaz (penceramah), semarak ‘Ramadhan Kareem’  juga diiisi berbagai kegiatan lainnya, termasuk acara berbuka puasa bersama sekaligus medengarkan taushiyah (nasehat agama) dari penceramah.

Malam kemarin, suasana agak berbeda, sebab di barisan dewan penguji terdapat TGH Sabaruddin Abdurrahman M.PD.I dari Lombok NTB yang dikenal sebagai Qory  International sekaligus Imam Kementrian Agama RI. Terdapat pula, Haji Gun Supardi S Ag, M.PD.I yang ditunjuk sekaligus sebagai pembawa acara didampingi sejumlah dewan penguji lainnya.

                                      

Usai sembahyang Taraweh berjamaah digelar, satu persatu para santri diberikan kesempatan melanjutkan hapalan bacaan ayat-ayat suci Al Qur’an kepada mereka. Pertanyaan tersebut merupakan salah satu bagian dari ujian hapalan para santri usai menempuh pendidikan di RTNQ  selama ini.

Menariknya, meski baru belajar satu  hingga dua tahun, sebagian besar para siswa ini begitu lancar menghapal  ayat-ayat Suci Al Qur’an dengan lancar dan fashih. Bahkan beberapa dari mereka mampu menghapal hingga 8 (delapan) jus Al Qur’an.

Hapalan  para santri ini sekaligus membuat bangga para orang tua yang mereka dimana sejak awal hadir melihat jalannya uji public tersebut.  

“Uji public menghadirkan 28 siswa yang selama ini belajar di Rumah Tahfizh Nurul Qur’an,” ujar pengelola RTNQ Tabanan, Haji Rizal Yasri disela-sela acara.

Haji rizal menjelaskan, keberadaan RTNQ Tabanan tidak lepas dari keinginan untuk membumikan Al Qur’an sejak dini di kalangan anak-anak. Meski awalnya sebatas ide, namun akhirnya proses belajar mengajar berjalan lancar hingga tiga tahun ini.

                                          

Dalam prakteknya, siapapun yang ingin belajar menghafal Al Qur’an tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Bahkan, para santri ini juga diantar jemput saat belajar  ke Rumah Tahfiz dari rumah mereka masing-masing, demi kelancaran proses belajar mereka.

“Kami siapkan ustad (guru) berpengalaman di bidang hafalan Al Qur’an dan ini semuanya gratis bagi siapapun yang ingin belajar  membaca dan menghafal Al Qur’an. Ini merupakan bagian upaya membumikan Al Qur’an sekaligus menyemarakkan bulan Ramadhan,” tegas Haji Rizal

Meski demikian, beberapa santri yang belum  lancar bacaan hafalannya, akan diberikan kesempatan untuk melakukan uji publik tahun depan, hingga mereka benar-benar mampu dan lulus sesuai penilai dewan penguji.

Sebenarnya menghafal Al Qur’an tidak sulit,  untuk itu, peran serta para orang tua juga penting bagi para siswa atau santri saat berada di rumah jangan sampai dikalahkan dengan berbagai sarana electronic maupun gadget yang berkembang belakangan ini.

                                    

“Anak-anak  jaman sekarang ini justru lebih tertarik untuk memegang gadget,” kata Haji Gun Supardi salah satu dewan penguji.

Dalam kesempatan kemarin, TGH Sabaruddin juga memberikan beberapa tips agar para santri bisa dengan mudah menghapal Al Qur’an. Qory asal Lombok ini juga berkesempatan taushiahnya (nasehat) bahwa jika benar-benar berniat menghafal Al Qur’an harus disertai dengan niat suci sebab berkaitan dengan Firman Alloh SWT.

 Bahkan tegas TGH Sabaruddin, Keberadaan Al Qur’an akan tetap terjaga berikut orang-orang yang menjaganya dengan hafalannya. Untuk itu, dirinya mengajak umat untuk tidak ragu untuk menjaga Al Qur’an sebab hal itu sudah merupakan jaminan dari Allooh SWT.

“Kita tidak perlu ragu atau gusar bahwa dengan menjaga Al Qur’an semua kehidupan di dunia ini tidak tepenuhi. Baik Al Qur’an maupun orang-orang yang menjaganya lewat hafalannya sudah dijamin tetap akan terjaga,” demikian TGH Sabaruddin Abdurrahman menutup ceramahnya.

Bagi siswa atau santri yang dinilai lulus, akan diberikan ijazah bagi mereka agar bisa melanjutkan ke sekolah lanjutan. (LBc)

 

  

Komentar