Pertamina Total Dukung Kebijakan Perikanan dan Tol Laut Pemerintah

foto : istimewa

DENPASAR – Perubahan program terus bergulir secara dinamis di Kementerian Kelautan dan Kementerian Perhubungan.  Salah satu yang fenomenal adalah Kebijakan Perikanan dan Tol Laut. Dalam hal ini, Pertamina menyatakan komitmenya tetap mendukung kebijakan pemerintah tersebut.

Sebagai BUMN Energi yang selalu tanggap terhadap langkah perubahan yang dilakuka pemerintah, Pertamina telah membuktikan diri dengan melakukan penandatanganan kesekapakatan di sector laut antara Direktur Utama Pertamina, Eliya Mass Manik dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI,  Susi Pujiastuti Juli 2017 lalu.  

Menindak lanjuti kerjasa sama tersebut,  Pertamina mengadakan workshop dengan Kementerian Kelautan dan Perhubungan Laut di Anvaya Hotel Bali. Senin  (5/3).

“Workshop diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang seirama dan menjadi masukan bersama demi berhasilnya Program Perikanan dan Tol Laut,” ujar Ageng Giriyono, Vice President Industrial Fuel Marketing dalam sambutannya membuka Workshop Dukungan Pertamina Untuk Program Perikanan dan Tol Laut Pertamina.

Ageng menambahkan, sektor Perikanan dan Kelautan perlu sama-sama kembali  dibangun. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan beserta pelaku usaha termasuk Pertamina, PT Pelni, dan ASDP adalah pada posisi yang sama dalam satu bendera Indonesia.

“Semunya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk pembangunan bangsa maritim Indonesia,” tambah Ageng.

                                       

Pada kesempatan yang sama, Frits Panehas Lesanusa, Direktur Pelabuhan Perikanan KKP juga menyampaikan bahwa saat ini sedang dalam proses pembangunan Stasiun Pelayanan Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di beberapa lokasi terutama Pelabuhan – Pelabuhan Perikanan Baru.

Pemerintah Pusat dan Daerah mendorong pembangunan SPBN kepada pihak swasta local dengan memberikan alokasi lahan dan rekomendasi terkait pembangunan SPBN / SPBN.

Wisnu Handoko, mewakili Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan menyampaikan apresiasi di laksanakannya Workshop ini sehingga dapat menambah pengetahuan mengenai proses penyaluran BBM oleh Pertamina kepada kapal- kapal diseluruh indonesia.

Terkait pelaksanaan Program Toll Laut, Wisnu mengatakan “Tahun ini kapal pengangkut Toll Laut tidak hanya dilaksanakan oleh Pelni dan ASDP melainkan sudah ditawarkan kepada pihak swasta.

“Saat ini untuk pelaksanaan oleh pihak swasta dalam proses lelang”, ungkap Whisnu.

Dalam acara ini, juga turut hadir Direktur Armada PT Pelni, M.Tukul Harsono. Tukul menjelaskan bahwa saat ini Pelni mengoperasikan 87 kapal yang terdiri dari Kapal Penumpang, Ternak, Perintis dan Toll Laut. Terkait Toll Laut, Tukul menyebutkan bahwa Pelni mendapatkan penugasan dari pemerintah sebanyak 6 dari 13 total trayek Toll Laut.

Sebagai informasi juga, sepanjang tahun 2017 Pertamina menyalurkan BBM PSO sebanyak 3.121.950 Kilo Liter untuk sector nelayan dan 825.269 Kilo Liter untuk sector transportasi laut dan ASDP.(*/Cia)

Komentar