Masa Reses, Dewan Serap Aspirasi Warga

Foto : Oke

KARANGASEM - Masa reses dimamfaatkan dengan baik jajaran anggota Dewan Karangasem.  Waktu luang tersebut dimamfaatkan untuk bertemu bebagai komponen masyarakat sekaligus bertujuan menyerap informasi yang ada di masyarakat.

Ketua DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi menjelaskan, masa rese sudah mulai sejak hari Senin kemarin. Kesempatan itu, telah dimamfaatkan semua jajaran Dewan Karangasem untuk tatap muka dengan konstituen di bawah. Menurutnya, kegiatan ini Reses ini adalah amanat undang-undang yang harus dilaksanakan.

Sumardi memamparkan,  bahwa dirinya hingga saat ini sudah turun ke empat Banjar di Desa Sibetan diantaranya, Banjar Dinas Telutug, Banjar Dinas Dukuh, Banjar Dinas Triwangsa dan Banjar Dinas Kuta Bali. Berbagai aspirasi diperoleh dari masyarakat termasuk permasalah kesehatan, infrastruktur dan dibidang pendidikan yang kini tengah dihadapi masyarakat.

Soal infrastrukur, jelas Sumardi, sejainya masih banyak ditemukan dan belum tertangani utamanya dari infrastruktur penunjang sarana pendidikan.  Dipaparkan, masih banyak infrastruktur yang sudah dibangun lebih dari sepuluh tahun yang sama sekali belum mendapatkan pemeliharaan, artinya itu harus mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Dibidang kesehatan,  banyak aspirasi dari masyarakat yang disampaikan dalam reses anggota dewan, utamanya mengenai jaminan kesehatan. Dimana banyak masyarakat miskin yang belum tercover JKN/BPJS Kesehatan.

“Ini harus mendapat perhatian pemerintah,” ucapnya.
 
Masyarakat banyak merindukan program JKBM dan berharap program JKBM bisa diaktifkan lagi sebab  menurut masyarakat, program JKBM jauh lebih simpel termasuk persyaratannya yang tidak berbelit-belit.

“Banyak yang menginginkan program JKBM itu diaktifkan lagi.  Nah terkait hal ini kami di dewan akan memanggil BPJS Kesehatan untuk rapat kerja bersama anggota disanalah kita akan tanyakan poin-poin penting. Ini penting karena menyangkut kepentingan masyarakat luas,” tambahnya.

Semua temuan tersebut, jelas Sumadi, nantinya akan dituangkan saat rapat kerja. Artinya, seluruh anggota akan menyampaikan aspirasi masyarakat saat reses terkait masalah kesehatan utamanya soal banyaknya masyarakat yang belum tercover JKN.

Sementara itu terkait penurunan level Gunung Agung dari Awas ke level Siaga dimana ribuan maasyarakat yang sebelumnya m,engungsi sudah pulang ke kampung halaman mereka masing-masing, ada berbagai persoalan yang kemudian dihadapi masyarakat, diantaranya masalah ketersediaan air bersih, dan masalah ketersediaan panngan.

“Kami himbau pemerintah dalam hal ini dinas terkait bisa menanggulangi permasalahan tersebut,” ungkapnya.
 
Masa reses ini akan berlangsung selama tiga hari, dan hasil reses anggota akan disusun dalam pokok-pokok pikiran dewan untuk selanjutnya di paripurnakan. Hasil paripurna itu kemudian akan diserahkan ke pihak eksekutif.

“Nanti itu akan dituangkan dalam RKPD. Karena serapannya ini kan langsung dari bawah, jadi langsung bisa masuk dalam RKPD taanpa melalui Musrenbang,” pungkasnya. (Oke/Cia)

Komentar