Baliho Mantra-Kerta Dirusak

Baliho Mantra-Kerta dirusak orang tak dikenal di Tabanan. Foto : Ist

TABANAN – Sejumlah Baliho Mantra-Kerta yang terpasang di beberapa ruas jalan di Tabanan dirusak orang tak dikenal. Aksi pengrusakan tersebut diketahui Rabu (17/1) pagi. Belum diketahui siapa pelaku berikut motif pengrusakan tersebut.

Aksi pengrusakan itu sangat disayangkan beberapa pihak termasuk pihak Golkar Tabanan. Aksi ini dinilai telah mencederai sikap dalam berdemokrasi di Tabanan terlebih hajatan Pilgub Bali baru saja akan dimulai.

Meski tidak dirusak secara keseluruhan, namun beberapa  baliho yang terpasang nampak dirusak dibagian wajah pemasang spanduk, I Made Asta Dharma yang merupakan kader Golkar Tabanan.

Baiho yang dirusak dikeahui berada di dua lokasi berbeda yakni di Jalan Pulau Nias dan Jalan Rajawali ke arah Subamia. Baliho berukuran sedang ini terpasang sehari sebelumnya.  

Dibagian bawah juga terpampang photo salah satu anggota DPRD Tabanan, I Made Asta Dharma, berikut gambar parpol pendukung. Pengrusakan dilakukan pada bagian foto wajah Asta Dharma melingkar sehingga kurang nyaman dilihat.

Menyikapi hal itu, Ketua DPD Golkar Tabanan, Arya Budi Giri menyatakan pihaknya akan menyikapi dengan santun sebagai proses pembelajaran berdemokrasi khususnya di Tabanan.

“Kami akan sikapi dengan santun bentuk pengrusakan baliho tersebut,” tutur Arya Budi Giri.

Arya Budi Giri atau biasa dikenal dengan sebutan ABG menambahkan, aksi pengrusakan tersebut merupakan bentuk ketidak pahaman oknum warga yang belum mengerti akan demokrasi terlebih lagi memasuki ajang  Pilgub  Juni mendatang.

Semestinya, tegas ABG, Ajang Pilgub ini bisa dijadikan moment saling memahami dalam bingkai demokrasi tanpa perlu merusak karena alasan yang tidak rasional. Terlebih lagi, berbagai ajang demokrasi seperti pemilihan anggota legilslatif dan pemilu Presiden sebentar lagi akan berlangsung.

“Harusnya moment Pilgub ini bisa dijadikan sebagai awal berdemokrasi bagi masyarakat, sebab ajang Pileg dan Pilpres sebentar lagi akan berlangsung. Jika tidak bisa dipahami dari sekarang, saya khawatir proses demokrasi itu tidak akan terwujud,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ABG menyerahkan semuanya kepada pihak Panwaslu Kabupaten Tabanan untuk menyikapi aksi pengrusakan baliho tersebut. Sejauh ini, pihaknya sudah bertemu pihak  panwaslu untuk membahas koridor hukum terkait permasalahan diatas.

“Sebelumnya kami sudah bertemu pihak Panwaslu membahas berbagai masalah terkait ajag Pilgub ini. Sekarang kita tunggu action dari Panwaslu Tabanan,” tutupnya. (Cia)

Komentar