Empat Karyawan Tambak Keracunan

Petugas medis RSU Negara saat memeriksa kondisi korban keracunan. Foto : Sud

JEMBRANA – Diduga akibat menghirup gas mengandung racun, empat karyawan tambak udang dilarikan ke IGD RSU Negara. Para korban diketahui mengalami pusing pusing dan mual saat hendak memanen udang di sebuah tambak tempat korban bekerja.

Tiba di RSU Negara, Selasa (19/12), sekitar pukul 10. 00 wita, Keempat korban langsung mendapat pertolongan dari para medis. Para pemdis yang berjaga kesulitan karena dua dari korban terus meronta dan berteriak. Petugas terpaksa mengikat tangan dan kaki korban guna memudahkan meberikan perawatan.

Ke - empat karyawan tambak yang diduga mengalami keracunan yakni, Rian dari Banyuwangi, Irwan dari Surabaya, Marto dari Banyuwangi dan Jo dari Sumba. Keempatnya merupakan karyawan Tambak Udang, CV Sejati Marine Perkasa, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Jembrana.

Menurut penanggung jawab tambak, Kadek Mustika, keracunan gas berawal dari Panen udang ditambaknya. Rian yang bertugas turun membuka plang penutup air, berteriak minta ditulong dinaikan. Karena kesulitan menaikan ditambak dengan ketinggian dua meter, Rian akhirnya pingsan.

Akhirnya Jo turun untuk menolong Rian namun tidak berselang lama, Jo juga ikut pingsan. Martono yang hendak menolong kedua korban, ikut pingsan bahkan ketika ketiganya berberhasil dinaikan, akhirnya satu pegawai lainnya yakni Irwan ikut juga tidak sadarkan diri.

“Kita hendak panen udang di tambak, tidak tahu kenapa, Rian berteriak minta tolong, lalu kami berusaha menaikan namun, beberapa pegawai tambak ikut pingsan, totalnya ada empat karyawan. Kami berusaha menolong dan melarikan kerumah sakit. Kami tidak tahu apa penyebabnya, kemungkinan karena keracunan gas dari sisa pakan yang sudah berubah jadi racun,” beber Mustika.

Setelah menjalani perawatan, kedua korban yakni Irwan dan Martono, kondisinya cukup setabil. Namun dua korban lainnya yakni Rian dan Jo, kondisinya sekarat. Pihak rumah sakit berencana merujuk kedua korban ke Rumah Sakit Sanglah, Denpasar.

“Kami sudah berusaha menangani sejak kedatangan mereka sekitar pukul 10.30 di IGD RSU Negara. Namun karena kondisi dua korban belum setabil kami berencana merujuk keduanya ke Denpasar. Terkait penyebab mereka keracunan, pihak dokter masih melakukan pemeriksaan dan menganalisa apa sebenarnya yang dialami keempat korban,” ungkap Arsika Wedayanti, Humas Rsu Negara. (Sud/Cia)

Komentar