Mahasiswa Melbourne Kunjungi Musium Lontar Dukuh Penaban

foto : istimewa

KARANGASEM – Erufsi Gunung Api Agung tak menyurutkan niat 7 mahasiswa Malbourne Australia untuk berkunjung ke Musium Lontar Dukuh Penabah Karangasem. Selain belajar tentang lontar, kedatangan mahasiswa strata 2 (S2) ini sekaligus melakukan kerjasama dengan pihak pengelola museum Dukuh Penaban.

Kedatangan mahasiswa Astralia ini disambut Kurator  I Dewa Gde Catra, lalu diajak berkeliling melihat lihat lokasi penyimpangan lontar yang ada di musium.

Karena beberapa bangunan museum belum tuntas, pihak pengelola ahirnya mengajak mahasiswa Australia ini ke rumah I Ketut Kaler dan rumah Bendesa setempat, yang selama ini dipakai menyimpan lontar. 

                                

Merasa tertarik dengan keberadaan lontar, para mahasiswa ini banyak bertanya keberadaan lontar berikut proses pembuatan kertas daun lontar, sampai proses penulisannya.

“Kami menganggap para mahasiswa ini sebagai tamu, mereka juga kami ajarkan cara menulis diatas daun lontar sebagai pengenalan,” tutur Dewa Gde Catra.

Meski ditengah erufsi Gunung Agung saat ini, namun para mahasiswa nampak menimati trip perjalanan mereka sambil belajar mengenai lontar di Karangasem.

Lokasi musium Dukuh Penaban 15 kilometer dari Gunung Agung masih aman untuk dikunjungi oleh para wisatawan yang hendak berkunjung.

“Kami tidak khawatir untuk datang ke Musium Dukuh Penaban karena lokasinya tidak masuk ke zona merah atau KRB,” ujar ketua rombongan, Laura Granscury di sela sela kunjungannya. (Oke/Cia)

Komentar