Pengungsi di Banjar Penganjuran Peroleh Layanan Medis

Tim medis Polres Karangasem saat berikan layanan kesehatan ke pengungsi. Kamis (26/10). foto : ist

KARANGASEM - Ratusan pengungsi di Banjar Penganjuran, Galiran, Kelurahan Jasri, Karangasem, memperoleh layanan medis yang diberikan tim medis Mapolres Karangasem.  Selain memberikan perlindungan, upaya tersebut merupakan bagian dari upaya pengayoman sekaligus berbagi kepada sesama, agar beban pengungsi berkurang.

Kedatangan tim medis Mapolres Karangasem, Kamis (26/10), langsung mendapat antusias ratusan warga pengungsi. Pasalnya, pelayanan medis tersebut merupakan pertama kali mereka proleh sejak mendiami posko pengungsian sebulan lalu.  

Sejak awal, tim medis Mapolres Karangasem terus berupaya menyasar tempat pengungsian dalam upaya memberikan layanan kesehatan kepada para pengungsi.

Dalam kesempatan di Banjar Peganjuran, tim medis membawa seorang dokter, AA Ayu Puspawati yang langsung memeriksa satu persatu kondisi kesehatan pengungsi.   

“Kami dari tim medis Polres Karangasem secara bergantian menyasar tempat pengungsian dalam  upaya memberikan layanan kesehatan bagi pengungsi, ” papar Paur Kesehatan Polres Karang Asem, Iptu I Wayan Sentana, saat mendapingi tim medis di lokasi.

Di lokasi pengungsian ini, terdapat 297 pengungsi, yang berasal dari desa Lingasana, Bebandem, dan Desa Tiyingan.

Pengobatan medis tersebut mendapat apresiasi jajaran lingkungan setempat pasalnya,  layanan medis tersebut merupakan pertama kali meski sebelunya sudah dibicarakan dengan pihak terkait.

“ini merupakan pelayanan kesehatan pertama kali diperoleh pengungsi, kami mengucapkan terima kasih banyak,” papar ujar I Made Putra Ardana, Kepala Lingkungan Galiran.                           

Kapolres Karangasem, AKBP I Wayan Gede Ardana saat dikonfirmasi menjelaskan, bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Mapolres  Tabanan dalam memberikan rasa aman dan pengayoman kepada para pengungsi.

Demikian juga terkait layanan medis untuk pengungsi dimaksudkan agar para bisa hidup dengan sehat meski masih berada di lokasi pengungsian.

“Semuanya kami lakukan sebagai bentuk pengayoman agar para pengungsi tetap sehat meski berada di lokasi pengungsian,”  jelas AKBP I Wayan Gede Ardana.  (Oke/Cia)

Komentar