Pupuan Unjuk Kebolehan Lewat Tari Ngalap Kopi

ist/humas

TABANAN – Giliran Kecamatan Pupuan unjuk kebolehan dalam perayaan HUT Kota Tabanan yang ke 524. Meski hujan, antusiasme masyarakat menyaksikan berbagai pertunjukan cukup tinggi. Berbagai suguhan menarik seperti tarian ngalap kopi, kesenian mandolin hingga Joget bumbung menjadi warna sendiri dalam perayaan  hari lahir Kota Tabanan tahun ini.

Bertempat di Lapangan umum Pupuan, Sabtu(14/09), parade budaya dan pesta rakyat, yang bertajuk Tabanan Fiesta #1 kembali dilanjutkan.  Kecamatan Pupuan adalah Kecamatan ke 4 diberikan kesempatan merayakan HUT  Kota Tabanan ke 524 tahun ini, setelah Tabanan, Kediri dan Kecamatan Baturiti.

Berbagai atraksi dipertontonkan dan memukau pengunjung yang hadir malam itu. Salah satunya yakni tari maskot pupuan yakni tari ngalap kopi menjadi satu tarian khas dimana daerah Pupuan selama ini dikenal dengan kecamatan penghasil kopi di Tabanan.

Sambil membawa bakul untuk  tempat hasil panenan kopi, tarian mascot Pupuan ini sekaligus merupakan ispirasi keseharian  para petani setempat menunjukkan syukurnya akan hasil tanamam kopi yang berlimpah.

Pada malam perayaan itu, sekaligus dirangkai dengan launching desa ODF (Open Defecation Free ) Desa Pajahan, Pupuan. Desa ODF adalah desa yang sudah terbebas dari buang air besar di sembarang tempat.

Hadir dalam perayaan itu, anggota DPRD Provinsi Bali, I Gde Suamba dan anggota DPRD Kabupaten Tabanan yang sama-sama berasal dari kecamatan pupuan serta para pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Bupati Tabanan dalam sambutannya, dibacakan Wakil Bupati, I Komang Gede Sanjaya mengatakan, adat istiadat dan seni budaya adalah satu satu modal sosial yang dapat dimanfaatkan, sehingga perlu dilakukan upaya pelestarian dan pengembangannya sesuai dengan karakteristik dari masyarakat setempat.

”Melalui peringatan HUT Kota Tabanan yang ke-524 tahun ini saya harapkan memberikan kontribusi positif bagi pelestarian seni dan budaya khususnya di Kecamatan Pupuan ini,”ucapnya

Oleh karena itu, lanjut Sanjaya, kegiatan parade budaya dan pesta rakyat itu dapat dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai upaya penguatan dan pelestarian seni dan budaya lokal sebagai jati diri masyarakat Tabanan.

HUT kota Tabanan di Kecamatan Pupuan mulai digelar hingga Senin 16 Oktober mendatang. Selain pentas seni budaya, berbagai macam kegiatan juga digelar,  seperti pameran UKM dan kuliner, lomba penjor dan banten pejati, lomba gebogan PKK, Karaoke pop bali, gebyar yoga asana, parade gebogan PKK dan banyak kegiatan lainnya yang semuanya melibatkan masyarakat pupuan.  (Humas/Cia)

Komentar