Panik, Ribuan Warga Pilih Mengungsi

ist

(Karang Asem).  Ribuan Warga memilih mengungsi menyusul aktifitas kegempaan Gunung Agung di Karang Asem Bali. Sesuai Data BNPB Bali, sebanyak 1.259 warga memilih pengungsi yang berasal dari berbagai desa di sekitar Gunung Agung. Diperkirakan jumlah tersebut akan terus bertambah.  

Hingga Kamis Sore (21/9) kemarin, ribuan pengungsi tersebut sudah berada di beberapa titik lokasi pengungsian yang tersebar  di Klungkung, Karang Asem dan Buleleng.

Paniknya warga dikarenakan aktifitas gempa Gunung Agung yang terus menerus sehingga mereka berbondong - bondong mencari lokasi aman untuk mengungsi. Meski masih berstatus level III atau Siaga, dan belum ada himbauan pemerintah setempat untuk mengungsi, namun warga merasa ketakutan akibat akifitas kegempaan yang kemarin terjadi.   

Aktivitas vulkanik Gunung Agung  memang masih tinggi. Indikasi pergerakan magma ke permukaan terus berlangsung sehingga menyebabkan gempa vulkanik sering terjadi. “Ada proses pergerakan magma yang mendorong permukaan dan meruntuhkan batuan yang menyumbatnya di pada jarak 5 kilometer di bawah permukaan bumi. ”tegas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam realesenya kepada wartawan.

Meski Gunung Agung dalam level siaga, namun pihak PVMBG meekomendasikan agar warga yang berada di radius enam kilometer atau pada elevansi di atas 950 meter dari permukaan laut, dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara, Tenggara dan Selatan-Baratdaya sejauh 7,5 kilometer, maka dalam wilayah tersebut, harus kosong atau tidak ada aktivitas masyarakat karena berbahaya jika sewaktu-waktu gunung meletus.

Jumlah penduduk di Kawasan Rawan Bencana 3 (KRB 3) sesuai radius yang ditetapkan saat ini sebanyak 49.485 jiwa yang berasal dari 6 desa di Kabupaten Karangasem yaitu  Desa Jungutan Kecamatan Bebandem, Desa Buana Giri Kecamatan Bebandem, Desa Sebudi Kecamatan Selat, Desa Besakih Kecamatan Rendang,  Desa Dukuh Kecamatan Kubu, dan Desa Ban Kecamatan Kubu. Pemerintah daerah Kabupaten Karangasem dan Pemda Provinsi Bali kini sudah  menyiapkan sarana dan prasarana pengungsian. Titik pengungsian sudah ditetapkan. Pendirian tenda, MCK, dapur umum, logistik, kendaraan evakuasi, dan lainnya masih terus disiapkan oleh  berbagai pihak, baik dari BPBD, TNI, Polri, SKPD, PMI, relawan dan lainnya.

Pendataan pengungsi terus dilakukan. Jumlah pengungsi diperkirakan akan terus bergerak naik. Sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri  sebab menurut pengalaman warga, kejadian Gunung Agung gempa kemarin mirip dengan meletusnya Gunug Agung  tahun 1963. Saat itu, korban tercatat sebanyak 1.148 orang meninggal dunia dan 296 orang luka.

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang. Pemerintah dan Pemda Karang Asem bersama unsur lainnya sudah menyiapkan kemungkinan terburuk jika Gunung Agung meletus. “Saat ini masih terus disiapkan sarana dan prasarana di pos pengungsian. Prioritas pengungsian adalah kelompok rentan yaitu balita, ibu hamil, lansia dan disabilitas. “ papar Sutopo. (CiA/Humas)

 

 

Komentar